<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Dewasa</title>
	<atom:link href="http://www.frankyoung.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.frankyoung.net</link>
	<description>Kumpulan cerita dewasa 17 tahun,seks cerita birahi, cerita 17 tahun, cerita seks, cerita tante girang.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 10:03:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tante Ira,Beby Dan Sumirah</title>
		<link>http://www.frankyoung.net/tante-irabeby-dan-sumirah.html</link>
		<comments>http://www.frankyoung.net/tante-irabeby-dan-sumirah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 10:03:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[Auto]]></category>
		<category><![CDATA[Draft]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.frankyoung.net/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan ini aku uring-uringan banget, abis Beby pacarku 3 bulan terakhir ini, kayanya ada gejala menjauhi aku… beberapa kali kupergoki jalan sama Teddy anak arsitek itu… en beberapa kali kutelpon selalu maminya bilang kaga’ ada, malah tante Ira mami si Beby bilang, “Udah, kalo mau main dateng aja…ntar juga pulang, tungguin aja Bon…” kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir pekan ini aku uring-uringan banget, abis Beby pacarku 3 bulan terakhir ini, kayanya ada gejala menjauhi aku… beberapa kali kupergoki jalan sama Teddy anak arsitek itu… en beberapa kali kutelpon selalu maminya bilang kaga’ ada, malah tante Ira mami si Beby bilang,</p>
<p>“Udah, kalo mau main dateng aja…ntar juga pulang, tungguin aja Bon…” kata tante Ira lembut.</p>
<p>Nggak tau Jack… malem ini, angin apa yang niup mobilku buat parkir di depan rumahnya.. pikir-pikir asyik juga kok ngobrol sama tante Ira… biar kata udah 40 tahun tapi bisa ngobrol gaya anak muda.. itu aja dasar pemikiranku…</p>
<p>“Eeeeeiiiii…. anak muda… gitu dong apelin tante sekali-sekali…” sambut tante Ira ramah banget. Coca cola dingin yang disajikan si Sum babu centil itu hampir tandas, tante Ira nggak muncul-muncul katanya mau ganti baju dulu. Akhirnya kusosot habis juga minuman itu setelah kuputuskan mau jalan aja…</p>
<p>“Bonny… naik aja, ngobrol di atas aja yuuk..” kudengar panggilan tante Ira dari lantai atas, dilantai atas memang ada ruangan yang dibikin home theatre… beberapa kali kusetubuhi Beby di ruangan itu sambil nonton BF… tentu saja waktu nggak ada tante Ira. Benar saja tante Ira sudah menunggu di ruangan itu… busyyyeett.. tau nggak Jack… aroma parfum mahalnya semerbak lembut memenuhi ruangan itu… dan yang bikin biji mataku hampir meloncat keluar pakaian yang dipakai doi… gaun panjang transparant, mirip gaun tidur, aku yakin tante Ira nggak pake daleman alias BH en celana dalem, sebab di bagian itu bakal kelihatan bayangannya kalo doi pake… agak canggung juga pada awalnya, palagi ketika tante Ira menumpangkan kaki satunya di kaki yang lain, pahanya kebuka, ternyata gaun itu berbelahan samping sampai ke pinggang. Tapi gaya ngobrolnya yang santai membuatku agak santai juga walaupun mata ini lebih sering menatap karpet atau langit-langit rumah, sebab menatap kedepan yang kutemui kalo nggak paha panjang berkulit mulus, atau buah dada montok dengan puting susu yang tercetak jelas di balik kain transparant itu.</p>
<p>“Kamu kenapa siih… kaya orang kedinginan…” tegurnya melihatku yang salah tingkah.</p>
<p>“Iya tante ACnya dingin banget…” jawabku asal kena, tapi memang di ruangan itu kurasakan dingin sekali.</p>
<p>“Tante punya minuman sampagne, mau kamu Bon…? lumayan buat anget-anget…” Katanya sambil membuka kulkas di sudut ruangan… wooow… ketika kulkas terbuka aku menyaksikan silhoutte tubuhnya yang terbentuk karena sinar terang dari dalam kulkas menghilangkan bayangan kain transparant. body yang sempurna dan memastikan perkiraanku bahwa tubuh berbody gitar ini tanpa pakaian dalem, bahkan kulihat bayangan rambut kemaluannya, karena tante Ira berdiri agak mengangkang, agak lama juga kunikmati pemandangan ini.setelah menuangkan minuman dijatuhkannya pantat montoknya di sebelahku.</p>
<p>“Ayo anak muda, demi kehangatan tubuh…” kata tante Ira sebelum kita toast…. kuteguk setengah gelas sampagne,… busyet… doi segelas disikatnya sampagne itu tandas… kuikuti aja toh rasanya enak nggak kaya minuman keras lainnya… nggak lama gelasku penuh lagi, karena tante Ira menuangkan lagi minuman enak itu… sampai beberapa kali.</p>
<p>“Gimana Bon..? sudah hangat tubuhmu…?” tanya Tante Ira.</p>
<p>“Iya tante apalagi deket tante… jadi hangat…” Aku tak menduga jawabanku menjadi kacau begitu, tapi aku heran tante Ira malah ketawa geli dan tubuhnya makin mepet ke tubuhku.</p>
<p>“Kamu pikir tubuh tante ini kompor, bakal ngangetin masakan…? kamu deket tante aja hangat, apalagi nempel pasti mendidih… hi… hi… hi…” kepalaku yang mulai pusing akibat minuman, makin pusing aja sebab toket montoknya dengan kekenyalannya menempel ketat di dadaku, sementara kepalaku diusap-usapnya manja.</p>
<p>“aduuhhh… kalo ini sih nggak mendidih lagi, tubuh tante bagai kompor listrik yang rusak… jadi bikin korsleting…” jawabku ngawur. Tante Ira ketawa ngakak… jari jemarinya yang indah menelusup dan menggelitik masuk ke dadaku, matanya bersinar binal menatap wajahku dengan gemas. Kesadaranku mulai goyang, entah kapan mulainya tahu-tahu di layar lebar home theatre itu sudah terpampang adegan mesum dari film BF, dan baju hemku sudah terbuka seluruh kancingnya sehingga dadaku terbuka lebar… uuiihhh… buah dada tante irapun sudah terbuka sebelah dan kini menggesot-gesot dadaku… entah siapa yang memulai, bibir kami berpagutan, lidah tante Ira menggeliat liar melata masuk ke mulutku, membelit lidahku dan dengan gemas kuremasi buah dadanya yang ternyata memang mengkal menggemaskan.</p>
<p>“kamu nakal Bonny… harus diajar sopan…” desisnya sambil diremasinya selangkanganku, bahkan dengan lincahnya ikat pinggangku berhasil dilolosinya dan mencuatlah kejantananku dari balik celana jeansku.</p>
<p>“Iiiihhh… kamu malah nantangin ya…?” celoteh tante Ira disela-sela dengus nafasnya yang memburu penuh nafsu, sambil meremasi kontolku yang sudah setengah ngaceng… dadaku diciumi dan dijilatinya, aku menikmati aksi itu sambil tanganku tak lepas meremasi buah dadanya yang memang montok dan kenyal, sesekali kupelintir-pelintir puting susunya…. wow… alamak… berbarengan dengan adegan di film, tante Ira kini juga sedang mengulum dan menjilati kepala kontolku, membuatku menggeliat dan mengeram penuh kenikmatan, kulihat wajah tante Ira berbinar senang melihat ekspresiku merespon aksinya, sesekali batang kemaluanku yang sudah 100% ngaceng ini ditimang-timangnya dengan ekspresi wajah gemas penuh nafsu…</p>
<p>“Mmmm… mantap sekali Bonn… tante suka yang macam begini…” sejenak dikocok-kocoknya batang kemaluanku dan kembali dikemotnya.</p>
<p>“Iiiihh… keras banget Bon… gede lagi… tante jadi ngeri dehh… mmmm… ccllp… clpp” kuamati saja tingkah wanita setengah baya ini sambil kunikmati aksi oral sexnya yang canggih.</p>
<p>“Boon… tante juga mau digituin…” rengeknya manja sambil berdiri, langsung saja kusergap selangkangannya karena dengan aku duduk di sofa rendah itu wajahku tepat di depan bukit vaginanya yang di selimuti rambut subur tercukur rapi.</p>
<p>“Aiiihh..! kamu nggak sabaran deh…” protesnya centil, namun selanjutnya dengan posisi berdiri tante Ira mengatur posisinya dengan lihay, kaki kirinya ditumpangkan di sandaran sofa, sehingga wajahku tepat diantara selangkangannya.</p>
<p>Wuuiiihhh… tercium semerbak bau harum, begitu selangkangan tante Ira mengangkangi wajahku, entah parfum merek apa yang memproduksi parfum memek… segera aku beraksi menunjukkan kecanggihan oral sexku… kudaratkan ciuman dan jilatanku ke seputar bukit vagina yang sudah menggembung gemuk akibat gairah seks yang meningkat.</p>
<p>“Booonnn… geliii doong sayaang… iiihhh… kamu nakal banget….” tante Ira mulai gemas karena lidah dan bibirku belum juga singgah di tempat yang dimauinya… pinggulnya bergerak gemulai mencari titik kenikmatan.</p>
<p>“Eiiihhh…! yaaa… Bonny… disituuu… nikmat banget Booonnn…” celoteh tante Ira, begitu ujung lidahku menyambar clitorisnya yang mengintip malu-malu… Rupanya tante Ira bukan seorang yang penyabar… rambutku direnggutnya sehingga kepalaku terkunci dan dengan mengerang-erang histeris dibesot-besotkanya clitorisnya kemulutku…</p>
<p>“Hiiiii…! kamu nakal Booonn… hhooo… inii nikmaatnya bukan maenn… sayaang..sssshhhh…” volume suara tante Ira makin meninggi sehingga lebih mirip teriakan… Pada suatu kesempatan, butir clitoris yang makin mengeras itu kukulum lembut dengan bibirku, kusedot-sedot lembut sambil lidahku mengusap-usap mesra…akibatnya sungguh hebat.. diiringgi lenguhan panjang, tubuh sintal tante Ira mengejang…</p>
<p>“Uuuuuuunnnggghhh….! Boooonn… kamuu pinteeerrr dehhh…!! ooooowww…!!” sebuah ekspresi khas wanita mencapai orgasme ditunjukkan oleh tante Ira, tubuhnya menggelejat, bagai tak terkontrol…</p>
<p>“Iiiihhh… tak kusangka… kamu pinter mainin tubuh perempuan… bocah ganteng…” bisik tante Ira sambil menggelendot manja di pangkuanku, setelah disambar badai orgasme…</p>
<p>“Tapi saya yakin tante jauh lebih pinter dari saya, makanya saya pingin diajarin…” jawabku sambil sesekali kukecupi bibir manisnya.</p>
<p>“Eeeh… kamu percaya nggak sih… dengan oral sex, jarang banget tante bisa orgasme, seumur-umur bisa dihitung jari deh…ini siiihh… bibir kaya begini ini yang bikin tante lemes sebelum tempuuurr…” bibirku dijewer mesra… matanya menatap bibirku penuh hasrat birahi, sampai bibir manis yang setengah terbuka itu gemetar menahan gemas… akhirnya dengan penuh luapan birahi, bibirku dilumatnya habis-habisan… kembali dengus nafas betina tante Ira menderu, menuntut penuntasan. Tubuh sintal yang duduk mengangkangi pangkuanku itu bembesot-besotkan buah dada mengkalnya ke dadaku dan menggoser-goserkan bukit vaginanya ke batang kemaluanku… wajahku habis dihujani ciuman penuh birahi… serta leherku dikecupinya denga liar, terasa celekat-celekit di seputar kulit leherku… pantat montoknya yang bergerak gemulai, kuremasi dengan gemas… jari tengah dan telunjukku merambah liang sanggama tante Ira yang ternyata sudah kembali licin dan kurasakan kembang kempis seolah menanti mangsa.</p>
<p>“Boonny… c’mon baby… kita mulai permainan yang sesungguhnya… tante siap menghajar si bontot yang bongsor ini…” bisik tante Ira sambil meremasi batang kemaluanku yang ready combat. Dengan posisi tetap saling berhadapan, tante Ira mengangkang di pangkuanku… batang kemaluanku</p>
<p>dituntun ke liang cintanya yang sudah menganga menanti mangsa… bibir manis tante Ira bergerak-gerak ekspresif mengiringi usahanya menjejalkan batang kemaluanku ke liang sanggamanya, ujung batang kemaluanku digesek-gesekkan ke bibir vaginanya sambil sedikit demi sedikit ditekan.</p>
<p>“Si bontotmu bandel banget… susah disuruh masuk…” bisik tante Ira.</p>
<p>“Punya tante kelewat rapet siih..” jawabku</p>
<p>“Bisa aja kamu, si bontot ini yang kegedean…” sahut tante Ira sambil menggigit bibir bawahnya dengan alis mengerinyit… ketika kurasakan kepala kontolku sudah amblas di jepitan liang sanggama tante Ira… ketika batang kemaluanku masuk setengahnya… kembali ditarik keluar… kemudian masuk lagi, begitu beberapa kali diulang-ulang dengan hati-hati dan aku nggak boleh bergerak oleh tante Ira, ternyata akhirnya habis juga batang kemaluanku ditelan liang sanggama tante Ira… pinggul montok tante Ira mulai bergerak dengan mata setengah terpejam serta bibirnya mendesis lirih… besutan perdana otot vagina tante Ira pada batang kemaluanku sangat nikmat, kurasakan seperti pijitan bidadari… gerakan pinggul tante Ira makin cepat dan makin kuat dan pijitan bidadari itupun semakin menjadi-jadi nikmatnya, aku masih belum mengadakan counter attack… kulampiaskan kenikmatan ini pada sepasang payudara montok yang bergerak-gerak di depan wajahku, kukulum dan kusedot bergantian sepasang puting susu berwarna coklat gelap yang mencuat keras.</p>
<p>“Hooo..! hhooo..! hhh…hhh… nikmat bukan main Booonnn.! oooohhh..!” kembali volume suara tante Ira meninggi… dan makin tinggi..mendorongku untuk menyambut goyang gemulai pinggul tante Ira, kuayunlah pinggulku… sekali, dua kali, tiga kali…dan ke delapan kali ayunan pinggulku…</p>
<p>“Ooooww..! yaa..! yaa..! oooo… my God..! Booonnny..! tante…nggak…tahaaann..!” Suara tante Ira atau lebih tepat disebut teriakan, terdengar parau.Wajah manis tante Ira menegang… bibirnya gemetar… giginya terdengar gemerutuk, cengkeraman tangannya pada pundak dan pinggangku mengencang sehingga kurasakan kuku-kuku jarinya yang panjang menembus kulitku… Tepat pada ayunan pinggulku yang ke sepuluh…</p>
<p>“Aaaaaaaakkkkkkhhhh…..! ya ammppuuunn Boooooonnnyy…!” Teriakan panjang itu mengiringi tubuh sintal Tante Ira sejenak meregang kuat, kemudian menggelejat liar, bagaikan sekarat… ayunan pinggulku kupercepat dan kuperkuat, sehingga terdengar suara ceprat-ceprot dari selangkangan kami… Sesaat kemudian tubuh sintal yang bergerak liar itu menelungkup lunglai di atas tubuhku.</p>
<p>“Terus..kan.. jangan hhh…berhenti…hh..hh Bon… ganti..an tante di..di bawahh… gilaa lemesss bangeth..hh..hhh” bisik tante Ira ketika aku menghentikan ayunan pinggulku… kulihat betapa lunglai tubuhnya.. Kurebahkan tubuh tante Ira di karpet…</p>
<p>“Ayo sayaang.. masukin lagi, hajar tante sepuasmu…” walau dengan suara lirih tapi nadanya penuh tantangan… membuatku bersemangat lagi dan kembali batang kemaluanku menyungkal selangkangan tante Ira…</p>
<p>“Iiihh.. letoy amat siiihhh…” cela tante Ira ketika dirasakan sodokan kontolku setengah-setengah… akupun meningkatkan speed dan power</p>
<p>“Eh..Eh..hhhh… Tante… ya…kin kamu bisa lebih kuat… lagi Boon…” walau dengan kondisi lunglai dan pasrah, kata-kata tante Ira masih bernada tantangan dan membuatku agak panas juga…kuperkuat dan kupercepat rajaman kontolku menghajar liang sanggama tante Ira.</p>
<p>“Aaaihh..! gilaa… hhhooo… sss… ayyyoo Booonn… lebih dalammm..!”Dengan celotehnya yang aneh, kata-katanya keras penuh tantangan,namun rengekannya bernada memelas dan memilukan, entah bagaimana yang dirasakan tante Ira… yang jelas kubaca ekspresi wajahnya nampak menahan sesuatu… entah sakit atau enak dan tubuh sintalnya kembali menggeliat-geliat tak beraturan</p>
<p>“Ooooohhh…! ooooww…! C’mooon baby… jangan letoooyyy… keras… keras…! yaa.. lebih keraaaasss…Oooouugghh..!”akhirnya aku tak peduli lagi… kujawab tantangan tante Ira, dimana kini aku sudah tanpa ampun menghajar liang selangkangan yang terkangkang lebar… kukerahkan seluruh kemampuanku untuk menambah kekuatan dan kecepatan ayun batang kemaluanku keluar-masuk liang sanggama Tante Ira, walaupun kulihat air mata Tante Ira bercucuran bercampur keringat dengan gigi menggigit kencang ujung sprei, walaupun begitu suara celotehnya tak berubah…ditingkahi rengekan yang mirip suara tangis…</p>
<p>“Ampppuunn..! oohh.. oooww.. oooouugght..!! ” game point akhirnya tercapai dengan kuberi score 3 orgasme untuk tante Ira, sedangkan pointku 1 kumuntahkan spermaku yang hampir 3 minggu mengendap, ke buah dada tante Ira dan matanya yang nanar menatap dengan saksama proses menyemburnya spermaku yang sangat kental di permukaan kulit buah dadanya yang putih mulus.</p>
<p>“Sss…oooohhh.. iiihhh kental banget Boon…sampe lengket ” desis tante Ira ketika dengan tangannya mengusap ceceran pejuhku merata ke permukaan tubuh bagian depannya..</p>
<p>“Boon..nny… tante lemes banget nih… nggak bisa bangun… tolong dong ambilin air es di bawah…” suara tante Ira kudengar lirih dan agak serak, kulihat wajahnya pucat pias dengan sorot mata yang nampak kuyu kehabisan tenaga… tubuh sintal yang mulus tampak berkilat oleh basahnya keringat dan pejuhku… tergolek telentang tak berdaya di karpet ruangan. Ketika aku sedang memilih botol air mineral yang paling dingin di dalam kulkas, telingaku menangkap suara aneh… kucari arah suara sayup-sayup itu… ternyata dari arah dapur di balik dinding ruang makan ini… karena penasaran kucari pintu ke arah dapur… kudapatkan lubang penghubung dari dapur ke ruang makan yang biasa untuk lewat makanan… dengan sedikit mengendap-endap, kudapatkan sumber suara itu… edaann..! gimana nggak edan..? kalian tahu broer… Sumirah… pembokat tante Ira, sedang nungging di meja dapur dengan tubuh bagian bawahnya telanjang, sambil merintih-rintih sendiri… tau nggak lagi ngapain do’i..? lagi masturbasi jack..! gue bilang edan, karena masturbasinya pake dildo alias kontol mainan, dapet dari mana pula si Sum ini… Gila… ngaceng lagi ngeliat gaya si Sum… eh gue ngga nyangka tubuh pembokat ini begitu mulus, kulihat dari pantatnya yang bulat dan bahenol itu sangat mulus bersih… aahh sial aku harus balik ke atas tante Ira pasti nunggu minumannya..</p>
<p>dengan rasa sayang kutinggalkan pemandangan langka di dapur. Di ruang Home Theatre kulihat posisi tubuh tante Ira tak berubah, telentang bugil di karpet ruangan… ternyata si tante tidur pulas banget, berkali-kali kugoyang-goyang tubuhnya sambil kupanggil namanya, bergerakpun enggak… iih.. kaya’ mati tidurnya… tiba-tiba kuingat sesuatu.. langsung aku cabut lagi kebawah… tau dong ente broer… kuintip lagi adegan di dapur… asyiik masih lanjut.. langsung aku menuju pintu dapur dengan langkah hati-hati… Si Sum terjingkat kaget ketika tahu-tahu aku sudah di ruangan dapur.. dengan wajah merah padam perempuan muda ini gugup berusaha menutupi bagian-bagian tubuh bahenolnya yang telanjang… he..he.. rok bawahannya ada di bawah kakiku… akhirnya dengan dengan kain lap piring do’i tutupin selangkangannya yang sempat kulihat jembutnya sangat subur membentuk segitiga kebawah..</p>
<p>“Eeehh… terusin aja Sum.. gue cuma pengen nonton aja… atau mau gue bantuin…” kataku sambil cengengesan… sambil kudekati tubuh bahenol yang meringkuk mojok… mendengar gurauanku rupanya cukup menenangkan hati si Sum yang aku yakin pasti kaget, malu jadi satu</p>
<p>“Mas Bonny, bikin kaget… sih.. nakal banget..” sahutnya lirih, sambil beringsut mengambil rok bawahannya.</p>
<p>“Mau bantuin malah dikatain nakal, gimana siih..?” selakku sambil kuikuti langkahnya…</p>
<p>“Kalo mau bantu… ya nggak disini..” sahutnya dengan suara setengah-setengah, namun matanya mengerling menantangku dengan isyarat ajakan, sebelum kabur keluar dari dapur… Dugaanku tepat do’i masuk kamarnya, dan dugaanku tepat lagi ketika kubuka, pintu kamar itu tak dikuncinya… sengaja… kulihat si Sum tengkurap di ranjang. Aku benar-benar sudah mata gelap… semenjak kontolku dibikin ngaceng oleh aksi masturbasinya tadi, aku naik ke ranjangnya… kusingkap rambut yang menutupi tengkuknya dan kukecupi tengkuknya yang ditumbuhi bulu-bulu halus… tubuh bahenol si Sum bergidik karena ulah nakalku…</p>
<p>“Mas Boonny… gangguin orang aja siih…” Sum merengek manja, namun tak berusaha menghindari kecupan-kecupanku di tengkuknya, malah kuarahkan kecupan dan jilatanku ke punggungnya yang berkulit bersih, setelah kupelorotkan blouse merahnya. Sumirah perempuan 27 tahun bertubuh sedang, badannya subur, namun tak bisa dibilang gemuk, lebih tepatnya bahenol… karena memang kemontokkan payudaranya sedikit di atas rata-rata, dan perempuan ini memiliki pinggang yang cukup ramping, ditopang pantatnya yang bulat serta kemontokan tubuh bagian ini juga agak di atas rata-rata. Wajah..? tidak mengecewakan, bahkan jika didandanin… nggak kalah deh sama Jihan Fahira. kelebihan lain si Sum, adalah genit dan centilnya yang minta ampun… paling nggak tahan melihat lelaki tinggi gede dengan kumis dan jambang dicukur kasar dan tubuhnya banyak bulu.</p>
<p>“Lubangmu udah basah aja siih..” tanyaku setelah jari tengahku merasakan licinnya liang sanggama si Sum.</p>
<p>“Iiihh.. ya jelas dong… seandainya di dapur tadi mas Bonny nggak gangguin, saya udah dapet lho…”</p>
<p>“Ntar gue gantiin 5 kali lipet… langsung gue masukin aja ya..?”</p>
<p>“Saya takut sama nyonya lho mas..”</p>
<p>“Do’i pules banget tidurnya… makanya cepetan gue masukin ya..?..” kataku sambil kusodok-sodokkan kontolku ke selangkangannya.</p>
<p>“Iiiihh ngeriii… gede bangeethh…” desis Sum centil, ketika batang kemaluanku bagai ular merayap di sela-sela pahanya yang masih merapat…</p>
<p>“Gue tanggung bakal mantap deeh…” kataku meyakinkan, sambil tak henti-hentinya tanganku meremasi payudara Sum yang sudah mengembang dan mengeras…</p>
<p>“Sssshhhh…. mas Bonny… asal bikin Sum… puaaas kaya nyonya ….” rengeknya manja sambil menggeliat gemas merasakan nakalnya kuluman bibirku pada puting susu kirinya… Sum mulai membuka pahanya, kubesut-besutkan batang kemaluanku yang sudah membengkak itu ke bibir vagina si Sum… wooow… si Sum mulai membalas seranganku… dihujaninya leher dan dadaku dengan kecupan dan gigitannya… jari-jari tangannya meremasi otot punggungku.</p>
<p>“Eeehhh… hhh… nngghh… maaasss… Sum udaah nggaakk tahann…” rengek Sum di sela-sela dengus nafasnya yang tak beraturan… aku tahu apa yang diinginkannya, tanpa dikomandoi kami segera pasang posisi…. Sum menekuk kedua kakinya yang mengangkang ke atas, sampai lututnya menyentuh payudara, sehingga bukit vaginanya tengadah ke atas dan bibir vagina yang berwarna merah segar dan basah, tampak merekah bergerak kembang kempis seolah menantangku… sejurus kemudian jari-jari lentiknya melebarkan bibir vagina tersebut… giliran aku sekarang yang nggak sabar… dengan posisi setengah berlutut kujejalkan kepala batang kemaluanku kesasarannya… seperti yang sudah kubayangkan… liang sanggama si Sum tak muat dijejali kepala kontolku… lagi-lagi aku diharuskan sabar… apalagi kulihat si Sum meringis kesakitan ketika kucoba memaksakan kepala kontolku untuk menembus liang sanggamanya… maka kugunakan cara yang dipake tante Ira tadi…</p>
<p>“Oookh..! maaass…! sa..sakkiiit…” keluh si Sum memelas… dengan ekspresi meringis menahan sakit, ketika kepala kontolku berhasil menembus masuk.</p>
<p>“Tahan Suum… hhh…” keringat berhamburan dari pori-pori tubuh kami, dalam upaya penembusan di pintu nikmat…akhirnya diiringi rintih sakit dan usaha keras… amblas jugalah batang kemaluanku di liang becek di tengah selangkangan si Sum… kudengar si Sum membuang nafas lega dan menjatuhkan kepalanya ke ranjang… sesaat kemudian si Sum menyatakan siap tempur, aku memulainya dengan meludahi arena pertempuran, untuk membantu pelumasan.</p>
<p>“Ooohk.. pelan maass…sss ho’ooo iyaaahh..” pelahan tapi pasti, kesulitan mulai berkurang dan sedikit demi sedikit kenikmatan mulai terasa…dibandingkan dengan postur tubuhku, tubuh si Sum nampak kecil… tapi tubuh kecil si Sum ternyata menyimpan energi luar biasa, dan tak kusangka ternyata tubuh bahenol ini sangat lihay memainkan jurus-jurus goyang dan geol yang cukup menunjukkan bahwa si Sum ternyata berpengalaman ngeladenin syahwat lelaki… semua variasi geraknya memberikan kenikmatan untukku… sementara si Sum sendiri terbaca dari ekspresi wajah dan gerak maupun ekspresi suaranya, sangat menikmati serangan olah sanggamaku</p>
<p>“Heh… hh.. heh… mas Boo..nny Sum ndak bisa nahan lebih lama… barenggiin yaa..? tahhan… maass… hajar lebih daleemm lagi…” Ekspresi wajah dan gerak si Sum mulai gelisah… kubaca kondisi ini dan keluarlah aji pamungkasku… kedua tangan Sum kutekan ke ranjang sehingga terkunci nggak bisa bergerak lalu dengan kedua kakinyapun kubuat terbatas gerakannya… mulailah ayunan pinggulku kupercepat dan kuperkeras… kepala batang kemaluanku merajam tanpa ampun dasar liang sanggama Sum dengan kecepatan semakin tinggi dan hajaran semakin keras…akibatnya… tanpa dapat ditahan tubuh bahenol Sum menggelejat liar melepas orgasme.</p>
<p>“Oooowwwhhhh..mas…mas…massss Boonn..nnyy.. nnnggghhh…!” lenguhan panjang mengiringi lepasnya kenikmatan seksual seorang wanita… aku masih stabil mengayun dengan hi speed dan hi power…. dengan posisi tetap terkunci kulihat kembali wajah Sum menegang dengan mata membelalak menatapku seolah takjub…</p>
<p>“Ooooww…! hoooohhh… maaaassss… Suumm dapettt lagggggiii!” tubuh bahenol si Sum kembali kelojotan hebat disambar orgasme keduanya… pada saat itu si Sum masih berusaha menundukkan kesaktian kejantananku dengan menggeol pinggul sejadi-jadinya.</p>
<p>“Woooohhh…! ayooo… keluariiin… mmaass..hhhhiihh..!” seru si Sum dengan wajah penasaran… liang sanggama yang semula seret dilalui batang kemaluanku, kini terasa licin dan begitu loncer, sampai mengeluarkan suara ceprat-ceprot, karena membanjirnya cairan vagina si Sum akibat dua kali orgasme.</p>
<p>“Gimana Sum..? hhh… masih pingin dapet lima kali..” tanyaku sambil masih mengayun kemaluanku memompa liang sanggama si Sum yang semakin becek.. kali ini ayunanku tak sekencang dan sekuat tadi.</p>
<p>“Ngghh… bisa semaput mungkin… wih.. wih mas Bonny kaya badak… kuat banget…” jawab si Sum sambil mengulumi puting susuku dan kurasakan pinggulnya bergerak lagi.</p>
<p>“Maass… ntar pejuhnya keluarin di sini yaa..?” kata si Sum sambil menjulurkan lidah panjangnya.</p>
<p>Sekali lagi tubuh si Sum menggelepar gila disambar orgasmenya yang ketiga, dan kira-kira 2 menit kemudian saatkupun tiba… kuhajar liang sanggama si Sum dengan kejamnya, menjelang muncratnya sang bubur sumsum… dengan gerakan yang sangat kompak dalam mengatur posisi… akhirnya muntahlah lendir syahwatku ke rongga mulut si Sum dan disambut dengan sangat rakus oleh wanita berbody bahenol ini, bahkan disedot-sedotnya batang kemaluanku sampai benar-benar kering spermaku.</p>
<p>“Iiih… mas Bonny ternyata jagoan ngentot lho… seumur-umur baru sama mas Bonny ini Sum bisa keluar berturut-turut… iiiihhh… ngeriii deeh..”kata si Sum menyatakan kekagumannya, sambil menyisir rambut hitamnya didepan cermin.</p>
<p>“Kenapa kok ngeri…?” tanyaku sambil mencari kemana jatuhnya celana dalamku.</p>
<p>“Kalo ketagihan gimana…? enaak banget siih..” si Sum membungkus tubuh bahenolnya dengan handuk.</p>
<p>“Selama pusaka gue masih bisa ngaceng, lu pingin dapet enak berapa kali gue kasiih..”sahutku sambil mengenakan celanaku.</p>
<p>“Iiiihhh… dasar lelaki… ngomongnya doang… kaya mas Bonny ini, pertama anaknya disosot, terus nyokabnya digagahi pula… eh.. eh… babunyapun dihajar juga..!” kata si Sum sambil ketawa genit.</p>
<p>“Sialan lu… siapa suruh mengumbar memek sembarangan. Eh… Sum lu punya kontol-kontolan beli dimana lu…?”</p>
<p>“Oooohh.. dari nyonya, dulu Sum pacaran sama Supar tukang siomay… ketahuan nyonya, saya lagi dientot di garasi… nyonya takut Sum meteng… lalu Sum dilarang pacaran sama Supar…”</p>
<p>“Hubungannya ama kontol mainan itu apa..?”</p>
<p>“Sum bilang, kalo 3 hari nggak dientot lelaki, Sum suka pusing dan uring-uringan… terus itu dikasih mainan itu sama nyonya… lumayan bisa dipake kapan saja Sum pengen…” Celoteh Sum sambil menimang-nimang dildo pemberian tante Ira…Tepat jam 24.00 gue balik ke ruangan Home Theatre… kulihat tubuh tante Ira masih belum berubah posisinya… benar-benar pulas tidurnya, Gue duduk di sofa sambil menikmati Coca cola kaleng yang gue bawa dari bawah… duduk di ruangan ini gue jadi inget waktu hubungan gue ama Beby lagi hot-hotnya… di ruangan ini pula pertama kali gue setubuhin tubuh montok Beby… setelah kena gue bo’ongin…gue inget itu setelah 2 minggu gue resmi macarin do’i…</p>
<p>“Beb… nonton VCD aja yuuk… gue baru dapet kiriman dari Anto’ temen gue yang di Amrik…” Setelah hampir 2 jam ngobrol berdua di ruang tamu.</p>
<p>“Ah elo, udah bosen ya ngobrol ama gue? ditonton di rumah kenapa..?” Sahut Beby sengit.</p>
<p>“Beby, karena gue pengin nonton berdua ama lu… gue rasa lu juga suka…”</p>
<p>“Iiih sok tau deeh… emang lu tau film kesukaan gue….? ayyooo deh sayyyaangg… gitu aja ngambek..” Beby bangkit dari duduknya sambil merapikan blouse dan roknya yang sempat gue bikin lecek saat session peluk, remas dan cium selama setengah jam… yang akhirnya bikin gue horny berat berkepanjangan… udah gue niatin bahwa malam ini, gue harus bisa meranjangkan Beby… bosen aja lebih sepuluh malem gue dibikin horny lewat peluk, cium dan remasan-remasan di ruang tamu rumahnya… nggak tuntas friend… kalo nggak nyokabnya lewat, si Sum sambil nyeletuk jorok…</p>
<p>“Oooh my God… lu tau aja Bon film kesukaan gue…” bisik Beby yang duduk di sebelah gue.. setelah seperempat jam film terputar…</p>
<p>“Itu salah satu bentuk perhatian gue ke orang yang gue sayang…” sahutku spontan… padahal sungguh mati tau juga enggak kalo Beby suka film-film yang agak jorok, seperti film VCD yang gue pinjem dari Tedjo temen gue.</p>
<p>“Cuma gue nggak tau kenapa lu suka dengan film begini Beb..?” tanya gue lembut.</p>
<p>“Karena gue kepengin jadi cewek dalam film itu..” jawab Beby dengan suara mendesah, gue menangkap nyala gairah dalam kerling matanya yang sekejap menyambar mata gue… gue tangkap isyarat itu… gue peluk tubuh Beby dengan lembut…” Gue akan mewujudkan apa yang lu pingin…” Sahutan gue segera disambutnya dengan ciuman bibir yang hangat… bibir kami berpagutan dengan gairah yang mulai menggelegak, lidah dalam rongga mulut kami saling belit dengan liar… gue rasain desah nafas Beby mulai tak beraturan,</p>
<p>tangan gue mulai gerayangan masuk kebalik blouse Beby, tubuh sintal Beby menggeliat dan mendesah lirih ketika tangan gue mengelus kulit pinggangnya dan bergerak menggelitik punggungnya, kembali tubuh sintal ini menggeliat resah mendesak ketubuh gue disertai remasan gemas pada otot punggung gue… gue ngerasain kekenyalan payudara montok gadis berdarah Menado ini… sekali sentil lepaslah kaitan BH berukuran 36B di punggung Beby…</p>
<p>“Oooohhh… Boonnyy…” desahnya lirih dengan mata setengah terpejam</p>
<p>“Sayaangg…” sahut gue pendek</p>
<p>“Lu bandel…” katanya sambil merenggut T-shirt gue lepas dari tubuh… dan gue juga ngelakuin hal yang sama…. mata gue nanar ngeliat kemulusan tubuh atas Beby yang baru kali ini gue liat seutuhnya, payudaranya yang montok nampak mengkal mengeras dengan puting susu berwarna merah tua tampak mencuat ke depan… Gila bener gue ga’ sabar friend… gue sosot aja langsung puting susunya sebelah kiri….gue mainin lidah gue disitu.</p>
<p>“Ooooww.. my god… Bonnny lu emaaangg bandelll…” tubuhnya menggerinjal keras. posisi tubuh Beby kini duduk mengangkang di pangkuan gue, saling berhadapan… Tubuh indah Beby hanya terbalut CD mini berwarna hitam… ooo… friend tangan gue kaya nggak bosen ngeremesin payudara indah Beby yang sangat montok dan kenyal bak karet… gue yakin ekspresi wajah Beby menunjukkan rasa kenikmatan… dan gue juga yakin do’i pasti suka… sebaliknya dengan liar do’i membalas dengan ciuman-ciuman yang variatif pada leher dan muka gue… dada bidang gue tak lepas dari remasan atau lebih tepatnya cakaran jari jari lentik berkuku panjang itu.. nafas betinanya mendengus tak beraturan… tangan gue mulai merayap ke balik CD hitamnya dan gue remasi pantat besarnya yang terus di goser-goserkan ke tubuh gue… gue temuin lubang anusnya… sejenak gue elus-elus dan bergerak lagi sedikit gue ketemu sekumpulan rambut halus yang lumayan lebat… jari gue menerobos rerimbunan rambut kemaluan Beby… sampai gue temuin belahan bibir vaginanya… ternyata udah basah licin…jari gue bergerak menggelitik syaraf-syaraf perasa pada kulit bagian ini.</p>
<p>“Booonnny.!! terusin…!!! sayannnnggg gue pengin tuntasin hasrat ini…” suara Beby bergetaran parau merespon aksi jari gue di selangkangannya. Gue rebahin telentang tubuh Beby diatas sofa hitam Beby pasrah ketika CD hitamnya gue lepas, waoow.. manakala sepasang kaki panjangnya direntang lebar… mempertontonkan bibir vagina yang merah basah dikelilingi rambut kemaluan yang rimbun terpotong rapi… tanpa banyak cincong kusosot pangkal selangkangan indah itu, gue mainin tarian lidah di antara bibir vagina yang beraroma khas…</p>
<p>“Sssss…hhhoooo..! ” pinggul besar itu bergerak gemulai menyesuaikan dengan tarian lidah gue, diiringi rintih dan desah yang menggambarkan kenikmatan birahi seorang wanita, lidah gue menari lincah membesut liar klitoris yang kian membesar dan mengeras… jari tengah gue menyelinap diantara bibir vagina dan langsung memasuki lorong berlendir licin… Beby mendesah panjang manakala jari tengahku yang panjang dengan nakalnya menggelitik dinding liang cintanya…. tangannya menggapai selangkanganku yang sudah menggembung, akibat desakan kemaluanku</p>
<p>“Booonnyy… gue pingin punya lu… iiihhh… keras banget… gede nggak Bonn…?” sambil ngoceh nggak jelas, Beby dengan cekatan berhasil menelanjangi gue, posisi kita menjadi 69, kembali gue dengar teriakan kagum dari Beby yang kini gue yakin sedang berhadapan dengan to’ol gue yang panjang maksimumnya 18cm dengan diameter 5.5cm.</p>
<p>“Gilaaaa… baru kali ini gue temuin musuh seseram ini… gue suka Bonnn…. gue nggak sabar pengin segera ngerasain, yang segede lu punya.. iiihh keras lagi” kata Beby dengan suara mendesis bernada kagum, ooow maak.! batang kemaluan gue dihajar bibir indah yang rada dower milik Beby, lidahnya dengan lincah menjelajahi area selangkangan gue, bahkan dubur gue nggak luput dari aksi lidahnya yang liar dan nakal… dalam posisi 69 ini, serangan balikku tak kalah galak… klitorisnya kukenyut-kenyut dan kuoles-oles lembut dengan sapuan lidahku… sementara jari tengahku menjelajahi liang becek menggelitik syaraf-syaraf birahi di seputar dinding liang sanggamanya…</p>
<p>“sssh.. sss ampuun Boonn…! ooowww gue nggak tahan… hh hh.. gue pengen… orgasme dengan si bongsor ini…” seru Beby dengan suara gemetaran, gue belum jawab, Beby sudah merubah posisi.. Do’i rebah telentang di sofa dengan sepasang kaki panjangnya terentang lebar, mempertontonkan anatomi rahasianya… sepasang bibir vagina yang merah basah menggembung gemuk, bergerak kembang kempis menanti mangsa, dikelilingi rambut-rambut halus yang lumayan lebat… matanya yang agak sipit menatap gue dengan tajam penuh ketidak sabaran…bibirnya yang dower seksi monyong-monyong seakan memprotes gue yang lelet..</p>
<p>“Booonn… hhh…hhh… ayo sayaaangg.. lu juga bakal gue kasih nikmatnya olah cinta gue… mmm…ooohh…” suaranya mendesah dan mendesis, sambil jari-jari tangan kirinya mengelusi kadang menjebirkan bibir vaginanya yang sedower bibir atasnya… Dengan gaya yang sangat cool gue berlutut diantara pangkal pahanya… gue remas sepasang payudara montoknya dengan dua tangan… cewek Fak. Ekonomi setahun di bawah gue ini mengeram resah… hhmmm sepasang kaki panjangnya bergerak menjepit pinggangku , sehingga bibir vaginanya yang licin menempel erat ke batang kemaluanku yang mengacung galak… kemudian dibesot-besotkannya belahan bibir vaginanya yang basah dengan liarnya… matanya tampak mengerinyit kesal.</p>
<p>“Bonny lu nakal banget siiih…” protesnya</p>
<p>“Gue suka ngeliat cewek yang nggak ketahanan nafsunya… bikin gue tambah terangsang..” sahut gue kalem, sambil mata gue menatap matanya penuh arti.. kepala batang kemaluan gue yang mirip topi baja itu gue oles-olesin di sepanjang belahan bibir vagina Beby sampai menyentuh klitorisnya yang mengintip malu-malu, disambut desah resah, pinggul montoknya yang terus bergerak, bergoyang dan menggeol gemulai oooh merangsang sekali, wajah gemasnya terpancar jelas lewat sinar matanya yang agak sipit… ekspresi bibir dowernya, kadang bibir bawahnya digigit, monyong-monyong atau meringis memperlihatkan giginya yang beradu dengan rahang mengeras… mmm…ssss kali ini gue yang nggak tahan melihat ekspresi wajah Beby yang sangat natural</p>
<p>Gue arahin ujung topibaja kemaluan gue ke pintu liang sanggama Beby… dan langsung gue ayun masuk, tubuh Beby menggerinjal.</p>
<p>“Akkhh..!” serunya tertahan, wajah Beby gue lihat meringis kesakitan dan mata sipitnya terbeliak menatap gue.</p>
<p>“Pelan-pelan sayaang… gue makin nggak sabar… ayo lagi..” desisnya penuh penasaran.. Gue ulangi langkah pertama tadi, dengan agak hati-hati… beberapa kali ujung topi baja kontol gue kepeleset ke samping atau kebawah.. walaupun ludahku berhamburan di pintu liang sanggama untuk membantu melicinkan jalan masuk yang sempit… beberapa kali gagal membuat Beby tambah semangat… dikangkangkannya selebar mungkin pahany a dan kedua tangannya menahan kakinya…</p>
<p>“Yaaa….! tekaaannnn… hoo’o…ssss.. aahhh..! Boonny tahann…” dengan ekspresi yang sulit gue ceritain.. Beby memberi aba-aba… dan gue berhenti mendorong sementara topi baja itupun amblas..gue lihat nafas beby tersengal sengal dengan keringat mulai berhamburan membasahi tubuh mulusnya…</p>
<p>“Dorooongg lagi… dengan lembut saayyyaangg….ooookkkhhh..!” kembali gue bergerak dan berhenti ketika gue lihat telapak tangan kanannya membuka lebar seperti memberi kode berhenti… setengah panjang batang kemaluanku kini amblas tertanam di pusat selangkangan Beby.</p>
<p>“Siapa takuut..?” bisik Beby… setelah beberapa saat tubuhnya tak bergerak bagaikan mati dengan nafas tersengal-sengal… matanya yang sipit menatap gue penuh tantangan… tiba-tiba gue rasain gerakan lembut seakan mengurut dan menarik batang kemaluan gue yang amblas di liang sanggama Beby… ternyata Beby menggunakan otot perutnya, membuka jalan masuk batang kemaluan gue ke dasar liang sanggamanya, gue sedikit bergetar dengan kenikmatan yang gue rasain dan akhirnya amblaslah hampir seluruh otot tegang di selangkangan gue tertelan liang cinta di pusat selangkangan beby…</p>
<p>“Ayo jantan… berdansalah di atas tubuh gue..” bisik Beby sambil lidahnya yang runcing panjang menggapai daun telinga gue…dengan gerakan coba-coba kuayun lembut pinggul gue..keluar dan masuk… Beby mendesah dengan mata setengah terpejam.</p>
<p>“Nikmat Beby sayang..?”</p>
<p>“Bukan main… otot jantan lu memenuhi liang cinta gue, teruskan sayaang jangan ragu..”desah Beby dengan mata masih terpejam tampak menikmati, sambil menggerumasi rambut gondrong gue. Tarian pinggul gue, disambut desah dan desis kenikmatan disertai remasan lembut jari-jari lentik Beby pada segenap otot punggung gue, dan gue nikmatin jepitan liang sanggama yang sempit. gue tambah power dalam ayunan pinggulku…disambut rintihan manja Beby dan jepitan itupun makin nikmat gue rasakan.</p>
<p>“Bonny…oohh… otot jantan lu menggelitik seluruh… syaraf liang cinta gue…” mendengar respon Beby dansa gue tambah ekspresif…</p>
<p>“Yaaahh..! Booonny… lu galak bangeeettt… gue sukaa sayaang… yaaa… terus.. Boonnn..!”suara Beby meninggi dan gue rasakan pinggulnya mulai bergoyang bertanda otot elastis liang sanggama Beby mulai bekerja… selanjutnya gerakan</p>
<p>tubuh kami yang menyatu semakin liar. Pinggul gue mengayun menghantar rajaman kejam kepala batang kemaluan ke dasar liang sanggama Beby, tanpa ampun… sementara tubuh sintal di bawah tubuh gue pun menunjukkan perlawanan gigihnya, pinggul bulatnya tak hentinya bergoyang dan menggeol gemulai mengcounter serangan gue, agaknya Beby mulai mengeluarkan jurus-jurus goyang pinggul simpanannya… dari yang rasanya kontol gue kaya dikemot-kemot mulut ompong sampe yang rasanya kontol gue dilipet-lipet didalam liang sanggamanya… pokoknya semuanya ampun deh nikmat bener… wajahnya kadang beringas menatap gue penuh dendam… kadang matanya menatap wajahku dan seolah mengatakan rasakan goyang pinggul gue..! kadang dengan mesra kecupan bibir dowernya menjelajahi leher dan dada gue… bahkan desahan panjang bernada putus asapun sempat keluar dari mulutnya.</p>
<p>“Lu… oohh… hh.. hh.. e… emang pejantan sejati Bonn… hh..uuhh…” rengek Beby menunjukkan kegeraman, mata sipitnya menatap mata gue dengan sinar mata gemas, menyusul meredanya goyang pinggul Beby yang bak pusaran angin puting beliung…</p>
<p>“Gue nikmatin keliaran lu sayaang…” gue perlambat ayunan pinggul gua…</p>
<p>“Gue yakin… lu bangsa pejantan yang tahan lama gue suka hh..hhh.. bikin gue nikmat dengan gaya yang lain Bonn…” desisnya dengan sinar mata sipitnya yang tajam, tubuh bahenol itu melepaskan diri dari himpitan gue… Tubuh indah itu berdiri mengangkang menghadap TV monitor raksasa, kedua tangannya mencengkeram erat frame besi TV monitor tsb. setelah pantat bulat itu ditunggingkan.</p>
<p>“C’moon honey, hajar gue dari belakang…” mata sipitnya melirik ke arah gue yang masih telentang di sofa sambil mengocok batang kemaluan gue sendiri agar terjaga kengacengannya, gue ngeliat bentuk shilhoutte tubuh Beby yang menggeol-geolkan pinggulnya di depan TV monitor yang sedang menyuguhkan gambar wajah 3 orang wanita yang sedang berebut sperma yang berhamburan dari sebatang kontol… Singkat kata denganpose itu Beby gue hajar habis-habisan, tubuhnya yang tergolong tinggi memungkinkan untuk itu, tubuhnya meliuk-liuk dengan erangan-erangan tak lagi ditahan.</p>
<p>“Booonnn…! Haaaa…rrgghh..! hhhhoooo… gueee..! saaaammmpeeee laaggiii… Aaaaarrrrggghh..!” Tubuh indah ini menggelejat hebat untuk ke 2 kalinya… tanpa berhenti gue hajar lebih gila lagi….nggak sampe 30 detik setelah orgasmenya yang ke tiga…</p>
<p>“Ooooohhh shiiit…! ammpppuuunn.. Boonn gue dapeeeeeett laggggghhhooooowww..!!!” kali ini kedua tangannya menggapai ke leher gue dan tubuhnya bergantung pada tubuh gue.. setelah tubuhnya berhenti menggelejat bak orang sekarat dengan suara seraknya melolong penuh kegemasan…</p>
<p>“Gue isep aja ya sayy… gue nyeraah deh… hhh.. hh” bisiknya lemah.. ditengah nafasnya yang belum beraturan… iiihh, pucet banget mukanya…apa boleh buat… malem itu peju gue berhamburan di wajah Beby….itupun tanpa sempet ngebersihin peju gue yang belepetan di wajahnya… langsung pules do’i ketiduran… ya uddeh.. gue cabut aja.</p>
<p>setelah gue selimutin tubuh bugil Beby cewek gue… Sambil siul-siul kecil gue turun tangga, busyeet di anak tangga ada onggokan pakaian dalem perempuan… seinget gue Beby gue telanjangin di ruang Home Theatre… sayup-sayup gue denger… busyet ga’ salah orang lagi ML… langsung gue ngendap-endap mencari sumber suara… untung tempat gue bediri agak gelap…naaahh… ketemu lu… whaaattt??? nyokapnya Beby… lagi disetubuhin laki-laki yang gue kenal karena beberapa kali ketemu di rumah ini…</p>
<p>“Aaaahh… Deeenn… tunggguu dooonngg..!” keluh Tante Ira dengan nada kecewa dan gue lihat laki-laki itu mencabut kontolnya dari memek Tante Ira dan semburatlah peju kental diatas perut Tante Ira banyak sekali… namun tanpa respon dari Tante Ira…</p>
<p>“Sooorry hh…hhh… sayaaanng Abang ngggak tahann…” kata Oom Deden dengan nafas ngos-ngosan…</p>
<p>“Sorry…? uuuh sebel masak udah hampir seminggu gue nggak dapet juga… udah abang coli aja di rumah…uuuuh..!!” Tante Ira meninggalkan Oom Deden yang bengong. Mata gue mengikuti langkah gemulai Tante Ira yang telanjang bulat memasuki kamar mandi …. alamak… tubuh wanita setengah baya itu ga’ kalah sama anak gadisnya…. toketnya yang besar tampak mengkal dan masih kencang tegak, dan tubuhnyapun tampak masih singset tak berlemak…. kulihat oom Deden menyusul ke kamar mandi yang memang tak terkunci… kesempatan buat gue merat keluar rumah. Udah deh sejak saat itu Beby bagaikan tersedot magnet, lengket ama gue terus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.frankyoung.net/tante-irabeby-dan-sumirah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selingkuh Dengan Atasan</title>
		<link>http://www.frankyoung.net/selingkuh-dengan-atasan.html</link>
		<comments>http://www.frankyoung.net/selingkuh-dengan-atasan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 22:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[Auto]]></category>
		<category><![CDATA[Draft]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[kami]]></category>
		<category><![CDATA[pun]]></category>
		<category><![CDATA[saja]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.frankyoung.net/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya ini ceritaku yang baru aja terjadi baru2 ini lebih tepatnya sih bulan Juni 2011. Namaku Ariel yah sebut saja begitu, umurku 23 tahun dan saat ini bekerja di sebuah perusahaan swasta yang sedang berkembang. Aku sama sekali tidak menyangka kalau aku baru2 ini berhubungan dengan pria yang sudah beristri dan lebih gilanya lagi dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya ini ceritaku yang baru aja terjadi baru2 ini lebih tepatnya sih bulan Juni 2011.</p>
<p>Namaku Ariel yah sebut saja begitu, umurku 23 tahun dan saat ini bekerja di sebuah perusahaan swasta yang sedang berkembang.</p>
<p>Aku sama sekali tidak menyangka kalau aku baru2 ini berhubungan dengan pria yang sudah beristri dan lebih gilanya lagi dia adalah salah satu atasanku di kantor. Dan parahnya aku ini masih bisa dibilang anak yang masih dipingit oleh orang tuaku, dan semuanya selalu mengatakan bahwa aku anak yang masih lugu dan polos padahal tidak ada satupun yang menyangka kalau anak seperti aku kadang bisa berbuat nakal atau gila.</p>
<p>Cerita ini bermula ketika aku putus dari pacarku. Padahal dia sudah berjanji setia bakal menikahiku, ternyata dia malah mengingkari janjinya dengan alasan yang menyebalkan yaitu ‘Bosan’</p>
<p>Padahal sudah banyak yang kami lakukan. hubungan kami dimulai dari sex, petting, HJ, BJ, dan Oral. Sedangkan Sex dia hanya melakukannya melalui dubur, kami belum pernah melakukannya di vagina. Mungkin karena takut hamil dan lain sebagainya.</p>
<p>Meskipun begitu aku tetap saja merasa bahwa aku sudah tidak suci lagi meskipun vaginaku belum pernah dimasukkan oleh barang laki2.</p>
<p>Dan terus terang aku merasa sangat kecewa dan sedih akan perlakuan pacarku itu. Dan ketika aku sedang patah hati itu, moment itu malah dimanfaatkan oleh atasanku sebut saja namanya Riki yang dari dulu memang suka menggodaku di kantor dan aku merasa risih terlebih karena statusnya suami orang. tapi ternyata baru aku tahu kalau aku tidak sebaik yang aku pikir.</p>
<p>AKu yang dulu sangat dingin, akhirnya mulai mencair juga. Memang tidak ada yang paling mudah menggoda perempuan selain perempuan yang baru patah hati. Hal itu aku rasakan ketika pas pameran aku sudah mau diantar pulang olehnya, dan mw makan bareng ma dia. Hingga suatu hari aku dan rekan sekantorku yang cewek dan dia nonton bareng di bioskop. Di tengah2 film dia memegang tanganku aku diamkan saja, dan dia semakin yakin.</p>
<p>Hari berikutnya aku diajak makan malam di wisma BNI 46, sekalian makan malam yang diadakan oleh salah satu partner, selama perjalanan dia sudah berani memelukku, menyentuhku dan mencium pipiku.Keesokannya lagi sehabis pulang kantor kami pulang bareng, dan dia mulai berani mencium bibirku, dan kami bercumbu dengan panas dan tangannya sudah mulai meremas2 dadaku. AKu membiarkannya saja karna aku tahu aku memang menginkannya apalagi pas saat aku sedang patah hati dari pacarku yang brengsek itu.</p>
<p>Aku tahu hal ini akan terus berlanjut dan betul keesokan harinya ketika kantor lagi sepi kami mulai bercumbu dengan panas, lalu biasanya aku naik duluan ke atas dan setelah itu berikutnya dia menyusul lalu bekerja seperti biasanya.</p>
<p>Aku tahu kadang aku merasa aku sangat nakal, aku sengaja turun ke bawah dan dia pun mengerti tidak lama kemudian pun dia turun ke bawah dan di depan WC kami bercumbu lagi, tangan kanannya yang tersemat cincin pernikahan itu menyentuh tubuhku, memelukku seakan tanpa merasa berdosa. Dia menyentuh kedua dadaku, dan juga vaginaku. Hingga yang membuatku tak percaya dia berani menarik bajuku hingga ia bisa mengisap puting dadaku. AKu sangat menikmatinya, aku tahu aku sangat gila… dan aku tidak bisa menghentikannya, sampai saat ini pun aku masih mengingat betapa atasanku ini sangat pandai dalam hal ini.</p>
<p>Aku tahu kalau sebagai selingkuhannya aku harus menjalani hubungan rahasia. terlebih di kantor, hanya sahabatku Desi sepertinya sudah tahu akan hal ini, apalagi pas aku dan Desi menginap di salah satu hotel karena dekat dengan tempat pameran… atasanku datang dan seperti biasa kami ngobrol2, ketika desy sedang mandi ke kamar mandi, kami pun bercumbu dia mencium seluruh tubuhku dan hanya sebentar besoknya pun terjadi lagi, kami bercumbu di atas tempat tidur . Sepertinya Desy sudah mengetahui perselingkuhan ku ini tapi dia hanya pura2 tutup mata.</p>
<p>Ketika itu di hotel, pas Desy juga sedang mandi di kamar mandi, aku dan dia bercumbu lagi seperti biasa dan sayangnya memang kami tidak sampai sex.</p>
<p>hari berikutnya pun bergulir, atasanku pun resign sebelum dia resign kami pun pergi berdua. tentunya ini jam pulang kantor kami pun bebas. Di perjalanan tol, sambil menyupir dia mencium bibirku dengan panas sambil berusaha melepas bajuku, ya aku setengah telanjang, CD dan celana panjangku lepas hanya bajuku saja yang keangkat ke atas. akhirnya dia mengeluarkan barangnya dan menyuruhku untuk menghisapnya. aku agak merasa risih dan malu, sebenarnya aku dah pernah melakukannya dengan pacarku. akhirnya aku mau juga dan inilah yang aku takutkan aku sangat menikmatinya, mengulum barang pak RIki dengan sangat nikmat dan sengaja aku masukkan sangat dalam dan menjilat ujung kontolnya dan itu terjadi beberapa kali. Ketika masuk ke tol ke pondok kelapa, entah kenapa tiba2 saja aku menyerangnya, aku naik ke pangkuannya dan menciumnya dengan panas sampai dia berhenti di pinggiran jalan tol jari tengah kanannya pun memasukkan ke vaginaku dan entah sejak kapan tangan ku pun meremas barangnya yang besar itu. hingga dia memaksaku untuk sex dengannya tapi aku tetap tidak mau karena aku tidak mau hamil. akhirnya dia menyerah juga hingga kami mencari apotik yang buka tapi tidak ada. Yah mungkin emang bukan rejeki dia untuk dapetin perawan ku hehe =p<br />
hingga aku pun sampai di rumah tentunya aku kena marah habis2an karena pulang malam, seandainya ortuku tahu kalau aku tadi aku main gila dengan pria sudah beristri mungkin mereka bakal membunuhku.</p>
<p>Hingga sampai hari ini, aku tetap menantikannya dan menunggunya di kantor, tapi dia belum jg datang, dia ad sms klw dia bakal datang ke kantor, karena pekerjaannya belum semua selesai dan dia harus menyelesaikannya sebelum dia resign.</p>
<p>aku sangat sepi dan menantikannya terlebih ketika dia menyentuhku. Pak Riki, tolong jangan biarkan aku seperti ini, aku ingin disentuh lagi oleh bapak.. aku ingin selalu bersama dan aku sangat mencintai bapak apalagi ketika aku tahu kalau bapak resign karena aku, sepertinya sudah ada yang curiga selain Desy yang mengetahui perselingkuhan kami dan mungkin atasan kami berdua pun sudah tahu hal itu.</p>
<p>aku tidak tahu apakah dia bisa mencuri keperawananku? Yah kita lihat saja nanti…… I dont think so.. hehe..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.frankyoung.net/selingkuh-dengan-atasan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istri Kepala Dinas</title>
		<link>http://www.frankyoung.net/istri-kepala-dinas.html</link>
		<comments>http://www.frankyoung.net/istri-kepala-dinas.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 10:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kami]]></category>
		<category><![CDATA[tak]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.frankyoung.net/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Perkenalkanlah namaku Galaxy. Aku adalah seorang teknisi parabola, dan bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang penjualan antena parabola yang tentu saja membutuhkan teknisi untuk melayani pemasangan dan perbaikan parabola. Di perusahaan ini walau bukan paling senior tetapi aku tergolong paling terampil dan cekatan, hingga jika pimpinan dapat pekerjaan besar, aku yang jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkenalkanlah namaku Galaxy. Aku adalah seorang teknisi parabola, dan bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang penjualan antena parabola yang tentu saja membutuhkan teknisi untuk melayani pemasangan dan perbaikan parabola. Di perusahaan ini walau bukan paling senior tetapi aku tergolong paling terampil dan cekatan, hingga jika pimpinan dapat pekerjaan besar, aku yang jadi andalannya.</p>
<p>Suatu hari aku mendapat tugas untuk memasang antena parabola di rumah kepala dinas sebuah bank pemerintah. Dengan dibantu 2 orang asisten yakni Edo dan Salim, aku berangkat ke alamat tujuan sambil menenteng segala peralatan. Waktu itu aku diantar sopir kemudian setelah sampai di tujuan, kami bertiga diturunkan berikut segala barang dan peralatannya. Di rumah dinas yang terkesan asri karena dipenuhi pohon mangga, kami diterima oleh satpam yang kemudian setelah mengadakan kontak lewat intercom diberi ijin masuk.</p>
<p>Seorang wanita muda berumur sekitar 25 tahun dengan berbusana daster biru malam, sangat kontras dengan kulitnya yang putih mulus menyambut kami. Sekejap aku terpesona melihat kecantikan wajahnya, bibir dan hidungnya luar biasa indahnya.<br />
“Selamat pagi, Mbak.., kami yang mau memasang parabola pesanan bapak kepala”.<br />
“Ohh, iya silakan masuk saja Mas.., tapi bapak masih dinas, dan kebetulan rumah lagi sepi jadi terserah Mas saja masangnya”.</p>
<p>Tanpa basa basi lagi aku segera memerintahkan asistenku untuk segera mulai bekerja, dengan harapan bisa berkenalan tanpa gangguan, siapa tahu nasibku sedang mujur. Dari perkenalan, wanita tersebut bernama Asni dan adalah istri kepala dinas, tepatnya istri kedua, yang duda karena ditinggal mati. Semula kuduga dia adalah anaknya, tapi ternyata ibu dari 2 anak tiri yang umurnya sebayanya. Kedua anak-tirinya wanita dan cantik-cantik, terlihat dari foto besar yang terpajang di ruang keluarga.</p>
<p>Sementara kedua asistenku sedang merakit parabola, aku asyik menerangkan aneka macam seputar parabola, mulai dari acara siaran sampai cara merawat parabola. Kelihatan Mbak Asni juga antusias mendengarnya, padahal aku cuma asal bicara agar bisa berlama-lama dekat dengan Mbak Asni sambil terus membayangkan besarnya payudara yang mengembung besar di balik dasternya. Mbak Asni duduk persis di depanku, hingga waktu aku memberi keterangan sambil membuat tulisan di meja, dia terpaksa menunduk untuk ikut membacanya, dan karena krah dasternya longgar sekali maka otomatis semua isi di dalamnya jadi ternganga lebar, jantungku seketika bergetar-getar tak menentu saat menyaksikannya. Batang kemaluanku mendadak beringas laksana torpedo hendak meluncur. Aku tak tahu apa Mbak Asni tahu kalau aku jadi keterusan nulis-nulis sambil sesekali melirik ke balik dasternya. Tampaknya dia cuek saja sambil mendengar penjelasanku.</p>
<p>“Diminum dulu Mas.., tehnya, mumpung masih hangat!”, katanya sambil tersenyum manis setengah menggoda. Akupun jadi salah tingkah dan mengiyakannya. Tehnya memang hangat dan segera menyegarkan otakku kembali. Daripada pusing memikirkan cara untuk menggapai gunung kembar, aku minta diri untuk mengawasi pekerjaan asisten.</p>
<p>Tak terasa hari telah menjelang sore ketika pekerjaan selesai. Terlihat Mak Asni tengah bersiap untuk mandi. Pikiran kotor langsung menyergap, dan tak kuasa aku menolaknya. Membayangkan kala tangannya mengusap lembut seluruh tubuhnya, lalu dadanya, lalu perutnya, lalu anunya, lalu.., wow, Mbak Asni tidak menyadari kalau mataku terus mengikuti langkahnya menuju kamar mandi. Ketika pintu kamar mandi telah tertutup aku jadi merasa kehilangan.</p>
<p>Dengan reflek aku memberi kode dengan jari telunjuk berdiri di depan mulut pada kedua asistenku. Keduanya malah cengengesan. Tanpa komando, kami kompak menggotong sebuah kursi tinggi agar bisa mengintip lewat lubang angin di atas pintu. Aku langsung saja merebut kesempatan pertama untuk menaiki kursi, dan karena besarnya lubang angin maka seluruh isi kamar mandi jadi terlihat.</p>
<p>Mbak Asni tampak mulai mengangkat ujung dasternya ke atas hingga melampaui kepalanya. Tubuhnya tinggal terbalut celana dalam warna coklat dan BH, itupun tak berlangsung lama, karena segera dia melucutinya. Dadaku terasa mau pecah saking menahan napas. Luar biasa keindahan ciptaan Tuhan yang satu ini. Tetapi aku terkejut dengan caranya mandi, tanpa diguyur air dia mengolesi seluruh tubuhnya dengan sabun cair, lalu tangannya meremasi kedua payudaranya dan berputar-putar di ujungnya. Batang kemaluanku seakan turut merasakan pijitannya jadi membesar. Dengan posisi berdiri sambil bersandar tembok, Mbak Asni meneruskan permainannya ke bawah selangkangan, sementara matanya tertutup rapat, mulutnya menyungging seperti orang kepedasan cabe. Tak sadar tanganku ikut memijiti batang kemaluanku sendiri. Sayang kedua asistenkupun minta giliran jatah tontonan gratis yang aduhai. Merekapun jadi seperti terkena tegangan tinggi, celana kombornya tak mampu menyembunyikan batang yang mencuat kencang.</p>
<p>“Ayo, Mass.., masuk saja tak perlu mengintip begitu, kan nggak baik, pintunya tidak terkunci kok!”, tiba-tiba terdengar seruan lembut bernada ajakan. Tetapi terus terang kelembutan itu membuat kami hampir pingsan dan amat sangat mengejutkan. Kami serentak saling berpandangan kebingungan.<br />
“Maaf yah Mbak.., kami tidak sengaja kurang ajar”.. Aku menjawab sambil mengambil inisiatif pelan-pelan memutar handel pintu kamar mandi yang memang benar tidak terkunci. Tetapi setelah pintu terbuka, kami bertiga seperti patung menyaksikan pemandangan yang tidak pernah terbayangkan. Mbak Asni tersenyum manis sekali dan tanpa canggung melambaikan tangannya agar kami lebih mendekatinya. Wah tentu saja kami tak perlu mendengar suara ulangan lagi, serempak kami bertiga mengerubuti sang dewi.</p>
<p>Dengan posisi duduk di atas bak mandi Mbak Asni menyuruh kami mandi dahulu agar bau keringat kami lenyap. Aku, Edo, dan Salim segera melepas semua pakaian masing-masing, dan seperti anak kecil berebutan mandi di bawah siraman shower. Tanpa rasa malu kami bertiga telanjang bulat di hadapan Mbak Asni. Batang kemaluan kami sudah pada posisi maksimal, mengacung-acung keras minta perhatian. Mbak Asnipun kegelian melihat tingkah kami bertiga. Lalu Mbak Asni memandikan kami satu per satu. Batang kemaluanku yang terlihat paling besar, berdenyut-denyut kala tangan Mbak Asni mengelusinya dengan sabun. Ah, nikmat sekali apalagi begitu tangannya bergerak maju mundur, segera kuraih gunung impianku yang telah nyata di depan hidung dan meremasinya sambil mulut kami saling berpagutan. Sementara Edo dan Salim tidak mau ketinggalan, mereka memang tim yang kompak. Tangan Edo menggerayangi selangkangan Mbak Asni yang nyaris tertutup seluruhnya oleh bulu ikal yang lebat. Sedang Salim kebagian pekerjaan menjilati pantat Mbak Asni, kelihatan Mbak Asni keenakan sekali ketika ujung lidah Salim menjongkel-jongkel lubang anusnya. Tangan Mbak Asnipun dengan adil bergantian meremas dan mengocok batang kemaluan kami, yang tentu saja membuat kami semua mengerang kenikmatan.</p>
<p>Mungkin karena kurang leluasa dengan posisi berdiri, Mbak Asni mengajak kami bertiga segera menyudahi acara mandi bersama. Dan mengajak pindah lokasi ke kamar tidur. Salim yang anak keturunan Arab telentang di atas kasur, batangnya yang sangat panjang menegang ke atas persis seperti orang punya ekor. Mbak Asni tanpa ragu-ragu segera mengangkanginya dan menyodorkan vaginanya. Salim kegirangan segera menjilatinya dengan rakus sampai berbunyi cipak-cipuk. Mbak Asnipun keenakan sambil menyosor-nyosorkan vaginanya ke mulut Salim agar lidah Salim lebih masuk ke dalamnya. Tanpak Salim semakin gigih menyedoti cairan vagina Mbak Asni. Sedang Edo yang tak tahan menunggu lalu menyodorkan batangnya yang bulat hitam ke mulut Mbak Asni. Mulut Mbak Asni tampak menganga menyambut kehadirannya. Lidahnya berputar-putar mengulum batang Edo, lalu memainkannya maju mundur. Terang saja Edo melenguh-lenguh merasakan kenikmatan yang luar biasa.</p>
<p>Aku tak habis berpikir menyaksikan istri seorang pejabat terhormat dengan ganas mengerang-erang menikmati pelayanan kami. Barangkali suaminya memang sudah tua atau impoten, hingga tidak menyia-nyiakan kehadiran kami. Padahal menurutku Mbak Asni cantik sekali, hidungnya mancung, bibirnya agak tebal, sensual sekali. Dan badannya padat berisi apalagi kala kuremas-remas payudaranya jelas seperti gadis perawan. Membuatku gemas sekali menyedoti ujung puting susunya. Lidahku mengais-ngais agak ngawur ke sana ke sini. Tapi semakin ngawur semakin membuat Mbak Asni bersemangat mengocok batang Edo dengan mulutnya. Dan akhirnya Edo tampak kewalahan menahan permainan Mbak Asni. Tangannya mencengkeram kepala Mbak Asni sambil mendorong ke arah selangkangannya. Hingga batangnya habis tertelan mulut Mbak Asni, lalu “Cret.., cret.., crett”, Batang Edo menyemburkan maninya, Mbak Asnipun tidak merasa jijik atau bagaimana segera menelan habis mani Edo, sambil lidahnya terus menjilati ujung batang Edo. Karuan saja Edo kegelian dan terus memuntahkan “lahar” hingga loyo.</p>
<p>Aku segera membalik badan Mbak Asni lalu kedua kakinya buru-buru kuangkat ke atas. Vaginanya kelihatan terbuka kemerahan walau dirimbuni bulu yang sangat lebat. Lalu.., “Bless”, sekali tancap batangku amblas ke dalamnya. Karena batangku sudah berdenyut-denyut dari tadi maka seperti orang kesetanan aku mengayunkan pinggangku maju mundur. Mata Mbak Asni membelalak merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Dari liang kewanitaannya mengalir cairan lendir banyak sekali. Akibatnya goyanganku menimbulkan suara gaduh. Mbak Asni mengerang-erang kala aku menyemburkan air maniku.Banyak sekali keluarnya, maklum lagi bernapsu besar.</p>
<p>Salim segera menggantikan posisiku, dan langsung memompa vagina Mbak Asni. Aduh, tak terbayangkan kenikmatan yang dirasakan oleh Mbak Asni. Mukanya tampak bahagia sekali. Pinggulnya menghentak-hentak mengikuti gerakan Salim. Apalagi batang Salim yang sangat panjang membuat Mbak Asni kelojotan kala batang itu mengayun tandas ke dalam. Sambil meremas keras sprei kasur, Mbak Asni kelihatan mencapai klimaks yang entah ke berapa. Sampai Salim pun menggelepar di atas perut Mbak Asni.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.frankyoung.net/istri-kepala-dinas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ML sama ABG SMU cantik</title>
		<link>http://www.frankyoung.net/ml-sama-abg-smu-cantik.html</link>
		<comments>http://www.frankyoung.net/ml-sama-abg-smu-cantik.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 22:13:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video bokep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.frankyoung.net/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.frankyoung.net/ml-sama-abg-smu-cantik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petualangan Di Pulau</title>
		<link>http://www.frankyoung.net/petualangan-di-pulau.html</link>
		<comments>http://www.frankyoung.net/petualangan-di-pulau.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 10:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[Auto]]></category>
		<category><![CDATA[Draft]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.frankyoung.net/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Pratiwi tersenyum puas. Dia berdiri di tepi kolam yang cukup jernih. Setelah menikmati pemandangan sekitar kolam tersebut, dia meletakkan botol air mineral di tepi kolam dan perlahan melepaskan pakaiannya. Dimulai dari kaus ketatnya yang berwarna pink, lalu perlahan diturunkannya celana pendeknya. Kini dia hanya memakai bikininya yang berwarna putih. Dengan hati-hati dilepaskan bikini bagian atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pratiwi tersenyum puas. Dia berdiri di tepi kolam yang cukup jernih. Setelah menikmati pemandangan sekitar kolam tersebut, dia meletakkan botol air mineral di tepi kolam dan perlahan melepaskan pakaiannya. Dimulai dari kaus ketatnya yang berwarna pink, lalu perlahan diturunkannya celana pendeknya. Kini dia hanya memakai bikininya yang berwarna putih. Dengan hati-hati dilepaskan bikini bagian atas yang langsung menampilkan buah dadanya yang ranum dan tegak berukuran 34B. Puting susunya yang berwarna pink bergoyang-goyang seirama gerakan buah dadanya. Pratiwi kemudian menunduk, buah dadanya terlihat menggantung. Tertawa kecil, dilepaskan pula bikini bagian bawahnya. Selangkangannya yang ditutupi rambut-rambut halus terlihat bersih. Tubuh telanjang gadis 21 tahun tersebut kini menikmati semilir angin. Desir angin terasa membelai lembut dada bulat sempurna, tanpa lupa membelai pantat montoknya yang berisi. Setelah merapikan pakaiannya di tepi kolam, Pratiwi menarik napas panjang dan memasukkan kaki kirinya ke dalam kolam. Dilanjutkan dengan kaki kanannya. Kini ia duduk di tepi kolam. Diambilnya air dengan kedua tangannya dan dipercikkan ke tubuhnya. Butiran air terlihat menuruni lehernya terus ke dadanya yang ranum dan berlanjut menuju perutnya dan berhenti di rambut-rambut halus selangkangannya. Setelah memercikkan air beberapa saat, Pratiwi pun turun ke dalam kolam.</p>
<p>Kolam tersebut ternyata tidak dalam, hanya sebatas puting susunya saja. Lalu ia menggosok tubuhnya dengan air kolam yang jernih. Buah dadanya yang tertekan lengan saat membilas terlihat semakin montok. Tanpa ia sadari sepasang mata memperhatikan kejadian tersebut. Orang misterius itu pun menelan ludah melihat tubuh sempurna yang putih mulus tersebut. Tak heran, karena Pratiwi sehari-hari memang berprofesi sebagai model. Demikian asyiknya Pratiwi membilas tubuhnya dengan air segar tersebut, dirinya tidak menyadari bahwa orang misterius itu menukar botol air mineralnya dengan botol lain yang sama.</p>
<p>Pratiwi terus menggosok tubuhnya. Sesekali dia menyelam. Akhirnya dia menuju ke bagian yang agak dangkal di kolam itu. Dia duduk di atas batu di dalam kolam tersebut, menikmati kesegaran air kolam tersebut di sekujur tubuhnya. Buah dadanya yang montok tersembul ke luar permukaan kolam. Pikirannya teringat kejadian beberapa hari sebelumnya. 2 orang teman kampusnya mengajaknya menginap di cottage di sebuah pulau. Pulau tersebut memang tidak berpenghuni. Hanya turis yang sesekali datang ke sana untuk snorkeling. Begitu pula Pratiwi dan teman-temannya yang datang ke sana untuk hal yang sama.</p>
<p>Sesampainya di dekat pulau, melihat laut yang begitu jernih, Pratiwi dan Dini, temannya, langsung membuka pakaian mereka, menampilkan tubuh indah mereka yang terbalut bikini, memasang mask dan fin dan langsung melompat ke laut. Tinggal Ray, teman pria mereka, dan tukang perahu yang terkejut melihat pemandangan indah tersebut. Puas menikmati keindahan bawah laut, kedua gadis itu pun naik kembali ke perahu dan mengenakan kembali pakaian mereka. Perjalanan ke pulau dilanjutkan kembali. Dari tukang perahu, mereka mengetahui bahwa pulau tersebut cukup luas dan memiliki hutan di tengah-tengahnya. Setelah menaruh semua barang-barang dan perbekalan di cottage, Pratiwi sengaja memisahkan diri dari teman-temannya dan berjalan ke dalam hutan di pulau tersebut hingga sampailah dia di kolam tersebut. Rasa lengket akibat berenang di laut memaksa Pratiwi membilas tubuhnya di kolam tersebut.</p>
<p>Dengan badan yang tidak lengket lagi, Pratiwi naik ke tepi kolam dan duduk di sana sambil menunggu tubuhnya kering. Tubuh telanjang yang indah tersebut kembali menjadi santapan mata orang misterius tersebut. Dengan mata tak berkedip, dinikmatinya buah dada Pratiwi yang bulat ranum tersebut, turun ke perutnya yang rata, paha Pratiwi yang mulus pun tak luput dari sasaran mata orang misterius tersebut. Pratiwi menikmati semilir angin mengeringkan tubuhnya, sambil meminum air mineral dari botolnya. Tak lama kemudian Pratiwi merasakan hal yang aneh ditubuhnya. Seluruh tubuhnya terasa lemas. Pandangannya terasa berat. Tak lama kemudian tubuhnya tergeletak lunglai tak bertenaga. Dia masih merasakan tubuh telanjangnya dibopong dan diletakkan di bahu seorang pria. Pratiwi berusaha memberontak, tapi tenaganya seakan hilang. Tangan nakal pria tersebut meraba-raba pantatnya yang montok sambil membopongnya ke dalam hutan. Setelah</p>
<p>itu Pratiwi tak sadarkan diri.</p>
<p>——————————————————–</p>
<p>Di cottage, Ray dan Dini masih membereskan barang-barang dan perbekalan. Setelah selesai membereskan barangnya, Ray pamit untuk mandi.</p>
<p>“Dini, gue mandi dulu ya, badan gue lengket nih kena angin laut.”</p>
<p>“Ya udah sana, gue juga masih belum beres nih barang-barangnya. Biasa cewek barangnya banyak,” sahut Dini.</p>
<p>Ray pun bergegas ke kamar mandi. Mungkin karena pulau tersebut tidak berpenghuni, kamar mandinya pun lumayan terbuka. Hanya terdiri dari kayu yang mengelilingi kamar mandi, dengan sebuah bak air dan WC. Atapnya terbuka dan tidak memiliki pintu. Sambil mandi, pikiran nakal terbersit di kepala Ray. “Wah, bisa gue pakai buat ngintip cewek-cewek nanti mandi nih.” Ray pun tersenyum nakal sambil meneruskan mandinya.</p>
<p>Selesai mandi, Ray kembali ke cottage dan menemukan hanya Dini di sana. Pratiwi belum kembali. Lalu ditanyanya Dini. “Pratiwi ke mana ya? Katanya tadi hanya jalan-jalan sebentar di hutan, kenapa dia belum balik ya?”</p>
<p>“Jangan-jangan dia tersesat di hutan, Ray” kata Dini dengan nada kuatir.</p>
<p>“Ya udah, gue cari Pratiwi, elo mandi aja dulu. Nanti elo tunggu gue di sini.” Kata Ray bergegas mengambil peralatan dan masuk ke dalam hutan.</p>
<p>Dini pun mengangguk dan mengambil pakaian gantinya. Rasa lengket hasil berenang di laut tadi rupanya mengganggu dirinya juga. Dengan bergegas Dini menuju kamar mandi.</p>
<p>Sesampainya di kamar mandi, Dini pun melepaskan kaosnya yang langsung memperlihatkan dadanya yang berukuran 36B yang ditutupi bikini coklat. Rok mininya pun dilepas. Setelah menggantung kedua benda tersebut, Dini menatap tubuhnya, dia selalu mengagumi ukuran dadanya yang besar itu. Di luar kamar mandi, sesosok tubuh misterius mengendap-endap bersembunyi di balik pohon yang berseberangan dengan pintu kamar mandi. Sambil menerka arah angin, dinikmatinya pemandangan indah di dalam kamar mandi tersebut.</p>
<p>Dini perlahan membuka bikini atasnya, menggantungnya, lalu memperhatikan lagi buah dadanya yang kini tidak ditutupi apa-apa. Puting pink kecoklatan menambah indah buah dada itu. Dijepitnya kedua buah dadanya dengan lengannya yang mengakibatkan semakin terlihat montoknya buah dada tersebut. Kulit putihnya menambah kemolekan gundukan ranum tersebut. Kemudian dilepasnya bikini bawahnya yang menampilkan selangkangan yang ditutupi rambut yang cukup lebat. Dini perlahan membasuh tubuhnya. Mulai dari leher, ke dadanya, cukup lama tangannya bermain di sana. Dilanjutkan ke perut dan selangkangannya, lalu ke pahanya.</p>
<p>Sosok misterius tersebut mengendap-endap mendekati kamar mandi dan membakar segumpal dedaunan kering. Tidak ada api besar, tidak ada asap, hanya bau aneh yang keluar dari gumpalan daun tersebut yang terbakar menjadi sekam. Sosok tersebut segera menjauh dari kamar mandi tersebut. Kembali ke balik pohon menikmati tubuh indah Dini yang sedang mandi. Selangkangannya terasa meronta melihat tubuh indah tersebut tidak ditutupi apa-apa. Terlebih saat Dini membungkuk membasuh kakinya yang memperlihatkan pantat indahnya dan belahan kemaluannya dari belakang.</p>
<p>Dini yang sedang membasuh tubuhnya mencium bau aneh tersebut. “Ah mungkin hanya bau hutan saja,” pikirnya dan kembali membasuh tubuhnya tanpa memperdulikan bau tersebut. Tak lama kemudian, tubuhnya terasa lemas, kepalanya terasa berat. Tubuh indah tersebut pun jatuh perlahan di kamar mandi. Dini masih berusaha bangun dan masih sempat melihat sosok hitam menghampiri tubuhnya. Sosok hitam tersebut tertawa, memaksanya meminum suatu cairan, lalu membopong tubuh Dini yang telanjang di bahunya dan membawanya masuk ke dalam hutan.</p>
<p>——————————————————–</p>
<p>Perlahan, Pratiwi membuka matanya, tubuhnya masih tidak bertenaga. Dicobanya untuk berbicara, tetapi hanya suara uh uh saja yang keluar dari mulutnya. Dengan makin jernihnya pikirannya, Pratiwi coba mengingat-ingat kejadian sebelum dia tidak sadarkan diri. Matanya melihat disekeliling langit-langit, ah rupanya dia ada di sebuah rumah gubuk. Disadarinya dirinya berbaring di sebuah dipan kayu. Dilihatnya tubuhnya, astaga, ternyata dia telanjang. Tak ada sehelai benang pun menutupi tubuhnya. Pikirannya teringat bahwa dia pingsan sebelum dia berpakaian kembali. Siapa pria misterius itu? Pikirannya terus melayang. Dilihatnya ke sebelah kiri. Dini! Dilihatnya Dini tergeletak di samping tubuhnya. Ya, Dini. Tubuh Dini telanjang juga, terlentang dan buah dadanya terekspos dengan jelas. Dini kelihatannya belum sadar.</p>
<p>Pratiwi menutup matanya erat-erat. Ini tidak mungkin terjadi, aku hanya mimpi. Tapi saat membuka matanya, pemandangan sama yang dihadapinya. Pratiwi pun menangis, menunggu apa yang terjadi. Tak lama kemudian, dilihatnya Dini mulai sadar. Dini yang melihat Pratiwi pun sama kagetnya. Menyadari dirinya telanjang dan tidak berdaya, Dini hanya bisa mengeluarkan suara uh uh saja. Sama seperti Pratiwi. Mereka hanya berpandangan.</p>
<p>——————————————————–</p>
<p>Ray yang berjalan di hutan, mencari-cari Pratiwi. Dia berjalan ke sana ke mari. Tak lama dia pun sudah merasa lelah, tenaganya sudah habis untuk perjalanan ke pulau dan mencari Pratiwi. Dia pun beristirahat di bawah pohon besar. Pikirannya kalut. Ray menggosok-gosok kepalanya dan tiba-tiba BUK! Bagian belakang kepalanya terasa sakit sekali. Dan dia merasakan ada cairan keluar menuruni lehernya. Darah, lalu semua gelap.</p>
<p>——————————————————–<br />
Menjelang malam, gubuk tersebut semakin gelap. Pratiwi dan Dini hanya saling berpandangan. Tubuh mereka masih tanpa tenaga. Mata mereka semakin terbiasa dengan kegelapan. Tak lama terlihat cahaya dari luar. Cahaya tersebut mendekati pintu gubuk tersebut. Mereka berteriak minta tolong hanya dengan uh uh uh saja. Saat pintu dibuka, mata mereka serasa dibutakan oleh cahaya lampu petromak.</p>
<p>Setelah terbiasa dengan cahaya, mereka melihat orang yang membawa lampu petromak tersebut. Astaga, ternyata dia adalah bapak tua tukang perahu yang mengantarkan mereka ke pulau tersebut. Mereka pun berteriak meminta tolong kepadanya. Lalu mereka menyadari bahwa tubuh mereka telanjang. Pratiwi dan Dini pun segera diam. Mereka merasa malu tubuh indah mereka terekspos kepada tukang perahu tersebut.</p>
<p>“Sebentar ya, neng,” kata pak tua tersebut. Lalu ia keluar dari gubuk tersebut. Tak lama dia kembali membawa 2 buah petromak. Dia meletakkan satu petromak di ujung atas dipan dan dua di masing-masing ujung lain dipan.</p>
<p>Lalu pak tua mendekati mereka. “Maaf ya, neng-neng. Bapak sudah tua, bapak tidak bisa menahan hasrat bapak melihat neng-neng yang cantik ini. Neng-neng mau kan bantu bapak?”</p>
<p>Kedua gadis itu berusaha menjerit, tapi hanya uh uh saja yang keluar dari mulut mereka. Tubuh mereka tidak bisa digerakkan sama sekali. Pak tua pun mengambil tempat di antara kedua gadis itu.</p>
<p>Pak tua itu pun melihat tubuh Pratiwi, mengamati dari rambut, turun ke matanya, bibirnya, leher. Berhenti sebentar di buah dadanya, melihat bulat dan ranumnya dada Pratiwi yang berukuran 34B itu, pak tua menelan ludah, lalu pandangannya dilanjutkan ke perut Pratiwi yang rata dan berhenti lagi di selangkangan. Pak tua menggeser paha Pratiwi sehingga tampaklah kemaluan Pratiwi. Pratiwi merasa malu sekali tubuhnya diperiksa oleh pak tua tersebut. Puas mengamati kemaluan Pratiwi yang berwarna pink itu, pak tua mengelus paha dalam Pratiwi dengan tangan kirinya. “Halusnya, tubuh neng paling bagus. Nanti bapak pasti bikin neng puas.”</p>
<p>Pandangan pak tua berganti ke Dini. Sambil masih terus mengelus paha dalam Pratiwi, dia mengamati Dini. Wajah cantik Dini diperhatikan dengan benar-benar. Mata Dini yang indah dan lehernya yang jenjang tidak lepas dari pengamatannya. Dini merasa jijik dengan pandangan pak tua tersebut. Pandangan pak tua pun berlanjut ke dada Dini yang berukuran 36B. Dengan penasaran diraihnya buah dada kanan Dini dan dipijat-pijatnya dengan lembut. Sambil terkadang dimainkan putingnya. Tangan kirinya masih terus mengelus paha dalam Pratiwi. Terkadang kemaluan Pratiwi pun tersentuh tangannya.</p>
<p>“Wah neng susunya besar sekali ya,” kata pak tua. Puas bermain dengan buah dada Dini, pak tua kembali memperhatikan tubuh Dini, perut, selangkangan. Pak tua menghentikan elusannya di paha Pratiwi dan menggeser paha Dini agar dia lebih leluasa melihat kemaluan Dini. Pak tua pun mendekatkan wajahnya ke kemaluan Dini dan menghirup baunya. “Wah wangi sekali neng,” kata pak tua seraya sambil tersenyum. Rupanya pak tua menggeser paha Dini cukup jauh sehingga vaginanya merekah dan menunjukkan isinya yang berwarna merah muda.</p>
<p>Pak tua mengelus paha dalam Pratiwi dan Dini yang menimbulkan rangsangan kepada kedua gadis itu. Terkadang disentuhnya kemaluan mereka. Ada perasaan seperti aliran listrik setiap kali tangan pak tua menyentuh kemaluan mereka. “Neng-neng gadis kota memang putih-putih, mulus. Bapak benar-benar beruntung kali ini.”</p>
<p>Pak tua membuka pakaiannya sehingga sekarang dia telanjang bulat di depan kedua gadis itu. Pak tua mendekati Dini dan mengulum bibirnya. Sementara tangannya bermain-main dengan buah dada Pratiwi dan Dini. Pak tua tak puas, dia berpindah mengulum bibir Pratiwi. Bergantian dikulumnya bibir Dini dan Pratiwi. Lalu dia berpindah ke tubuh Pratiwi. Diremasnya buah dada Pratiwi dan dikulumnya puting susu Pratiwi bergantian. Kadang dijilatnya. Pratiwi dapat merasakan kemaluan pak tua yang sudah tegak menggesek pahanya. Pratiwi pun lama kelamaan mulai menikmati apa yang dilakukan pak tua. Jilatan dan kuluman pak tua di putingnya meninggikan nafsunya. Nafasnya mulai tak teratur. Apalagi remasan pak tua yang beritme di buah dadanya semakin membuat pikirannya gelap. Pak tua mulai menjilati buah dada Pratiwi yang membuat Pratiwi semakin tinggi nafsunya.</p>
<p>Jilatannya kini diarahkan ke perut Pratiwi yang membuat Pratiwi kegelian dan tidak kuat menahan kenikmatan yang diterima tubuhnya. Jilatan demi jilatan membuat mata Pratiwi gelap. Pak tua pun turun dan mulai menjilati kemaluan Pratiwi. Bibir kemaluannya dibuka dengan menggunakan jari oleh pak tua dan mulailah dia menjilati vagina Pratiwi. Lidahnya diputar-putar di klitorisnya. Pratiwi merasa kemaluannya mulai basah akibat rangsangan tersebut. Dan tiba-tiba Pratiwi merasa tubuhnya mau meledak dan Pratiwi mendapatkan orgasme.</p>
<p>Pak tua seakan ingin Pratiwi menikmati orgasme yang diberikannya, kini dia berganti ke Dini. Dini yang merasa takut melihat apa yang dilakukan pak tua kepada Pratiwi menutup matanya. Pak tua kembali mengulum bibir Dini, memainkan lidahnya di dalam mulut Dini, sambil meremas-remas buah dada Dini yang besar. Dipilin-pilinnya puting susu Dini sambil tangan satunya mengelus perut Dini. Dini pun merasa seakan tubuhnya menikmati apa yang dilakukan pak tua. Tangan pak tua masih bermain dengan putingnya dan mulut pak tua masih mengulum bibirnya saat disadarinya tangan pak tua yang satu lagi bermain di daerah kewanitaannya. Diputar dan dipijatnya klitoris Dini. Getaran demi getaran nafsu mengalir ke kepala Dini. Kenikmatan dari permainan tangan pak tua di putingnya dan di klitorisnya membuat Dini tidak bisa berpikir jernih lagi.</p>
<p>Pak tua berhenti sebentar, merasakan kemaluan Dini sudah basah, dia pun turun dan mulai menjilati kemaluan Dini, sambil sesekali menusuk-nusuk kemaluan Dini. Dini yang sudah tidak kuat lagi, hampir mendapatkan orgasme. Tiba-tiba pak tua menempelkan bibirnya di bibir kemaluan Dini dan menyedot kuat-kuat. Dini semakin mendekati orgasme. Pak tua terus menjilati klitoris Dini dan memainkan jarinya di dalam vagina Dini. Tak lama kemudian pun Dini mendapatkan orgasmenya.</p>
<p>Pak tua berhenti sebentar. Duduk di ujung dipan dengan kemaluannya yang tegak berdiri. Dipuaskan dirinya melihat 2 orang gadis cantik yang sedang bergetar karena orgasme.</p>
<p>“Wah neng, barang bapak masih kurang keras. Neng-neng bantu kerasin ya?” Kata pak tua seraya mendekati wajah Pratiwi dan Dini. Diambilnya tangan Pratiwi dan Dini dan digosokkan tangan mereka di atas kemaluannya. Pak tua pun melenguh menahan kenikmatan gosokan tangan Pratiwi dan Dini. Pak tua pun mendekatkan kemaluannya ke wajah Dini, membuka mulut Dini dan memasukkan kemaluan ke mulut Dini. Dini merasakan kemaluan pak tua yang berlendir menggesek bagian dalam mulutnya. Dini yang tidak bisa apa-apa hanya bisa pasrah.</p>
<p>Setelah puas menggesekkan kemaluannya di dalam mulut Dini, pak tua mencabut kemaluannya dan membuka mulut Pratiwi dan memasukkan kemaluannya ke dalam mulut Pratiwi. Digesekkan kemaluannya di lidah Pratiwi. Kadang pak tua terlalu dalam memasukkan sehingga Pratiwi hampir saja muntah. Pratiwi pun juga hanya bisa pasrah. Baginya kemaluan pak tua mengeluarkan bau aneh, menjijikkan bagi Pratiwi.</p>
<p>Setelah puas, pak tua mencabut kemaluannya dari mulut Pratiwi dan beralih. Dia menduduki Dini dan meletakkan kemaluannya yang sudah keras dan tegak di antara buah dada Dini. Buah dada Dini ditekannya sehingga sekarang buah dada Dini yang besar menjepit kemaluannya. Digesekkannya buah dada Dini di kemaluannya, kadang kemaluannya yang digesekkan ke buah dada Dini. Dini merasa susah bernapas karena diduduki.</p>
<p>Tak lama kemudian, pak tua semakin mempercepat goyangannya dan crttt, kemaluan pak tua memuntahkan isinya. Sebagian terkena wajah Dini, sebagian berceceran di dada Dini. Pak tua, mengarahkan kemaluannya ke Pratiwi dan crttt crttt kemaluan pak tua memuntahkan sisa isinya ke tubuh Pratiwi. Dini dan Pratiwi pun merasa jijik dengan cairan pak tua yang berada di atas tubuh mereka.</p>
<p>Pak tua kemudian keluar dari gubuk dan tak lama kembali dan menutup pintu gubuk tersebut. “Tenang aja neng. Obat yang bapak kasih baru habis pengaruhnya sekitar 5 jam lagi. Kita masih bisa bermain selama itu.”</p>
<p>Pak tua kembali mendekatkan wajahnya ke vagina Pratiwi dan mulai menjilati di sana. Kali ini dia menghisap jarinya, membasahi dengan ludah dan mulai menusuk-nusuk vagina Pratiwi. Pratiwi yang merasa kegelian, merasa gairahnya kembali bangkit meskipun bercampur dengan rasa jijiknya.</p>
<p>Lalu pak tua menjilati vagina Dini sambil terus memainkan jarinya di vagina Pratiwi. Dini pun kembali naik gairahnya. Lama juga pak tua berganti-ganti menjilati dan memainkan jarinya di kemaluan Pratiwi dan Dini. Kemaluan kedua gadis itu sudah basah sekali. Pak tua berhenti dan memperlihatkan kemaluannya yg sudah tegak berdiri lagi.</p>
<p>“Yang mana ya yang akan bapak masukkan duluan?”<br />
“Yang neng ini masih rapat, bapak suka sekali” seraya mengusap kemaluan Pratiwi.<br />
“Kalau neng yang ini lebat sekali rambutnya, bikin bapak makin nafsu” seraya mengusap rambut kemaluan Dini.<br />
“Kalau gitu, bapak ganti-gantian saja, bapak cobain 2-2nya sekaligus,” kata pak tua.</p>
<p>Diangkatnya Dini dan diletakkan di atas Pratiwi. Dibukanya kaki kedua gadis itu sehingga kini vagina Pratiwi dan Dini bertumpuk dan terbuka lebar. Lelehan air liur pak tua bercampur dengan cairan kenikmatan kedua gadis itu menetes dari pinggir vagina mereka. Di bawah pantat Pratiwi, pak tua menyelipkan sesuatu agar posisi vagina Pratiwi dan Dini lebih terangkat ke atas dan memudahkan pak tua memasukinya.</p>
<p>Pak tua pun mengambil posisi di depan vagina Pratiwi. Pratiwi dan Dini meskipun terangsang, tapi mereka masih menyadari apa yang pak tua ini hendak lakukan. Mereka hanya bisa berteriak uh-uh-uh. Pak tua menyeringai puas dan memegang kemaluannya, meludahinya agar licin dan siap memasuki vagina Pratiwi.</p>
<p>Tiba-tiba BRAKK! Tiba-tiba muncul sesosok tubuh di depan pintu gubuk yang langsung menyerang pak tua dengan batangan kayu besar. Pak tua yang tidak siap langsung roboh terkena pukulan batangan kayu besar di kepalanya. Sosok itu pun tidak mengenal kasihan, kakinya langsung menginjak kemaluan pak tua yang sedang tegak-tegaknya dan terdengar suara KRAK! Dilanjutkan dengan teriakan pak tua memegang selangkangannya sambil mengeluarkan busa dari mulutnya.</p>
<p>Ternyata sosok tubuh itu adalah Ray. “Dasar orang tua bangsat, ga tau malu!” Lalu diludahinya pak tua yang sudah tak sadarkan diri di lantai gubuk itu. Lalu dialihkannya pandangannya ke dipan. Kaget dilihatnya kedua gadis temannya berada dalam posisi memamerkan kemaluan mereka. Sesaat Ray merasa nafsu muncul dari dalam dirinya. Bagaimanapun yang ada di hadapannya adalah 2 orang gadis cantik yang tidak mengenakan pakaian dan memamerkan bagian kewanitaannya.</p>
<p>Pikiran itu dibuangnya dan dia membantu memindahkan tubuh Dini dari atas Pratiwi. Dia pun keluar, mencari sesuatu untuk menutupi tubuh kedua gadis itu. Tak lama di bagian belakang gubuk, Ray menemukan 2 buah kain sarung yang sudah lusuh dan tali rafia. Diambilnya dan ditutupinya tubuh telanjang kedua gadis itu. Dia pun mengikat tubuh pak tua di pohon di dekat gubuk tanpa sehelai benang pun. Kekesalannya pada pak tua masih berkobar, saat pak tua sedikit sadar, tanpa ragu-ragu Ray memberi bogem mentah di rusuk pak tua. Mulut pak tua pun kembali berbusa dan tak sadarkan diri lagi.</p>
<p>——————————————————–</p>
<p>Saat pengaruh obat itu sudah hilang, kedua gadis itu merasakan tenaga mereka pulih. Mereka bisa menggerakkan tubuh mereka lagi. Dengan tubuh hanya dibungkus sarung lusuh, mereka tertatih-tatih keluar dari gubuk dan menemukan Ray dan pak tua yang terikat di pohon. Pak tua sudah sadar dan masih sulit berbicara. Maklum Ray sempat menghabiskan waktu menunggu kedua gadis itu belum pulih dengan membogemi pak tua.</p>
<p>“Kalian lebih baik membersihkan tubuh dulu, di sana ada sungai kecil, airnya lumayan bersih. Biar gue yg di sini menjaga pak tua ini,” kata Ray sambil menunjuk ke arah timur. Sebelum kedua gadis itu pergi ke sungai, mereka sempat meludahi dulu wajah pak tua.</p>
<p>Kedua gadis itu membersihkan diri di sungai. Pratiwi berkata, “Untung ada si Ray datang di saat yang tepat. Kalau nggak bisa bahaya, kehormatan kita bisa diambil sama pak tua bangsat itu.”</p>
<p>“Iya, meskipun kita udah ga perawan lagi,” kata Dini sambil tertawa. Perlahan dia memegang kemaluannya, terbayang kejadian semalam.</p>
<p>Pratiwi dan Dini pun menggosok tubuh masing-masing. Membersihkan sisa-sisa pak tua di tubuh mereka. Terkadang Pratiwi dengan iseng memilin puting Dini dan Dini membalasnya dengan meremas buah dada Pratiwi. Andaikan Ray bisa melihat kedua gadis ini mandi, pastilah nafsunya meningkat seketika. 2 tubuh putih ranum yang indah. Masing-masing dengan buah dada bulat dan lekukan tubuh yang sempurna.</p>
<p>Selesai mandi, mereka kembali membungkus tubuh mereka dengan sarung lusuh yang sudah tipis itu. Bersamaan dengan sampainya mereka di gubuk tersebut, matahari pun sudah mulai terbit, sehingga Ray yang berada di depan mereka dapat melihat siluet tubuh indah kedua temannya yang ditutupi sarung.</p>
<p>Pak tua yang sudah sadar, tertawa meringis ketika melihat kedua gadis yang hendak diperkosanya semalam. Amarah kedua gadis ini langsung naik ke ubun-ubun dan Dini tanpa permisi langsung memberikan uppercut di dagu pak tua, disambung dengan Pratiwi yang menghajar hidung pak tua hingga patah. Pukulan bertubi-tubi dihujamkan kepada tubuh ringkih pak tua oleh kedua gadis itu.</p>
<p>Setelah puas, mereka mengajak Ray kembali ke cottage tanpa melepaskan pak tua dari ikatan di pohon. “Sebentar, gue masih kesel sama orang tua ga tau diri ini,” kata Pratiwi yang langsung menghampiri pak tua dan menendang kemaluan pak tua. Mungkin karena luka semalam belum sembuh benar, pak tua kembali pingsan dan mulutnya mengeluarkan busa lagi. Ray langsung menghampiri dan memeriksa pak tua. “Belum mati, untung saja,” bisiknya lega.</p>
<p>Di cottage, Pratiwi dan Dini langsung mengganti sarung lusuh itu dengan pakaian mereka. Kali ini Pratiwi memakai baju bali yang cukup longgar dan hotpants, sedangkan Dini memakai baju kaos ketat berwarna kuning dan hotpants. Buah dadanya semakin terlihat besar dan putingnya tercetak di kaos tersebut, karena dia memakai bra yang tipis.</p>
<p>“Bagaimana kita pulang, Ray? Tukang perahu sudah tidak ada lagi, sedangkan perbekalan kita hanya cukup untuk seminggu,” kata Dini.</p>
<p>“Tenang, setiap 4 hari sekali ada orang yang datang ke pulau ini untuk membersihkan cottage ini. Kita bisa minta pertolongannya nanti. Kalau tidak salah, orang itu akan datang 2 hari lagi. Lebih baik kalian makan dahulu, daripada kalian sakit.”</p>
<p>Kedua gadis itu menurut, Pratiwi beranjak dari meja dan mengambil bekal makanan mereka.</p>
<p>“Ini Ray,” kata Pratiwi seraya memberikan makanan sambil menunduk. Ray dengan jelas bisa melihat buah dada gadis itu terpampang jelas, karena baju bali yang longgar. Kemaluan Ray langsung mengeras. Apalagi dengan posisi menunduk, buah dada Pratiwi menggantung dan terlihat lebih besar. Dilihatnya Dini sedang menikmati makanan, puting susunya yang tercetak di kaosnya menambah keras kemaluan Ray.</p>
<p>Sorenya, saat kedua gadis itu berjalan-jalan di luar cottage, Ray melamun. Lamunannya melayang-layang dan akhirnya dia mengingat tubuh kedua gadis itu. Posisi tubuh mereka saat dia menemukan mereka di gubuk itu, siluet tubuh mereka yang terbungkus sarung, buah dada Pratiwi dan puting susu Dini yang tercetak jelas. Kelamaan kemaluan Ray makin keras.</p>
<p>“Daripada pusing, lebih baik gue salurin aja,” kata Ray menuju kamar mandi. Dilihatnya sekeliling, tidak tampak kedua gadis itu. Perlahan diturunkan celananya dan Ray mulai memuaskan diri sendiri sambil membayangkan kedua gadis itu.</p>
<p>“Nah ya, lagi apa lo!” Tiba-tiba terdengar kedua gadis itu berteriak. Ray yang masih memegang kemaluannya yang tegak kaget dan salah tingkah.</p>
<p>“Sini Ray, daripada elo sendirian, mending kita bantu. Sebagai tanda terima kasih kita juga,” kata Dini sambil langsung memegang kemaluan Ray dan memasukkan ke mulutnya. Pratiwi menarik tangan Ray dan meletakkannya di buah dadanya sambil mencium bibirnya. Ray langsung menikmati hal tersebut. Dikulumnya bibir Pratiwi dan dimainkan lidahnya di dalam mulut Pratiwi. Tangannya terus bergerilya di dada Pratiwi. Dini langsung mengulum kemaluan Ray.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.frankyoung.net/petualangan-di-pulau.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cikgu Pendidikan Moral</title>
		<link>http://www.frankyoung.net/cikgu-pendidikan-moral.html</link>
		<comments>http://www.frankyoung.net/cikgu-pendidikan-moral.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 22:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Lucah]]></category>
		<category><![CDATA[Auto]]></category>
		<category><![CDATA[Draft]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.frankyoung.net/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Saya seorang murid form 5 berbangsa cina,saya mengambil pelajaran pendidikan moral di sekolah saya. Guru pendidikan moral saya adalah seorang gadis india yang comel, namanya Kashturi, body dia amat baik.Umur dia kira kira 25-27 tahun, mulut yang sederhana saiz itu paling best digunakan untuk menghisap kotek. Oleh kerana pendidikan moral bukanlah satu pelajaran yang mudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya seorang murid form 5 berbangsa cina,saya mengambil pelajaran pendidikan moral di sekolah saya. Guru pendidikan moral saya adalah seorang gadis india yang comel, namanya Kashturi, body dia amat baik.Umur dia kira kira 25-27 tahun, mulut yang sederhana saiz itu paling best digunakan untuk menghisap kotek.</p>
<p>Oleh kerana pendidikan moral bukanlah satu pelajaran yang mudah untuk ditangani, saya dan beberapa kawan pun meminta cikgu Kashturi mengajar tuition. Cikgu pun bersetuju dengan kami.</p>
<p>Kami tuition di rumah cikgu Kashturi, setiap kali selepas tuition kat sana, kami empat mesti stim kerana cikgu selalu berpakaian t-shirt putih yang boleh see thought sehingga dapat lihat bra hitamnya.</p>
<p>Pada suatu hari, hujan yang lebat bermula berturun,sebelum hujan mula saya sudah sampai kat rumah cikgu kashturi tetapi kawan saya belum sampai. Saya dan cikgu menunggu mereka selama setengah jam tetapi mereka masih belum wujud. Cikgu tidak mengajar apa-apa kerana berasa tidak adil kepada pelajar lain.</p>
<p>Oleh kerana cuaca sangat sejuk, saya dan cikgu pun berasa lapar. Cikgu tanya saya nak makan keh tak nak. Saya pun menjawab nak dan kami berdua pun mula menyediakan makanan.</p>
<p>Selepas setengah jam, makanan kami pun terhidang. Apabila cikgu sedang menghidang makanan, saya dapat lihat tetek cikgu yang besar itu tergoyang-goyang. Saya tidak dapat menggelak daripadanya dan terus melihat. Tiba-tiba, cikgu nampak perbuatan saya,dia tanya :</p>
<p>&#8221; Eii,tak pernah lihat keh?? &#8221;</p>
<p>Saya berasa malu dan berdiam diri saja. Kami pun duduk dan makan bersama. Cikgu berduduk sebelah saya. Tiba-tiba, saya berasa sesuatu barang sedang bersentuhan dengan kotek saya yang stim itu, saya pun lihat apa benda itu. Saya nampak tangan cikgu sedang menyentuh &#8216;adik&#8217; saya dengan perlahan-lahan. Cikgu bertanya:</p>
<p>&#8221; Ohh, bukan kecik, saya ingat kanak-kanak cam awak nie mesti kecik sangat. &#8221;</p>
<p>Saya tidak dapat menjawab apa-apa kerana berasa terkejut. Cikgu membuka zip saya and mengeluarkan &#8216;adik&#8217; saya dari seluar dalam saya. Dia mula gerak tangan dia dari atas ke hujung &#8216;adik&#8217; saya. Ini adalah kali pertama &#8216;adik&#8217; saya dipegang orang lain, biasanya saya hanya gongcang sendiri.</p>
<p>Tangan yang lembut itu bersapu-sapu dengan kotek saya yang keras itu. Dia memegang tangan saya dan menyapu tetek dia yang besar itu, tetek dia lembut.<br />
Saya tidak dapat mengawal tangan saya yang lapang itu dan terus memasukkan ke dalam skirt cikgu dan bermain dengan cipap cikgu. Saya menggunakan 2 jari untuk memasukkan ke dalam lubang cikgu.</p>
<p>Cikgu berkata bahawa jangan membazirkan makanan dan dia meletakkan sekeping sayur di atas kotek saya dan makan sayur itu, selepas itu dia mengisap batang saya dengan mulut yang sederhana saiz itu. Saya berasa sungguh anih kerana ini adalah kali pertama batang saya dihisap.</p>
<p>Cikgu mengulum batang saya habis-habis. Saya berasa nak cum tetapi saya berusaha untuk bertahan. Mulut cikgu yang panas and air liur cikgu menjadikan kotek saya basah.</p>
<p>Selepas 10 minit dia menghisap batang saya. Dia berhenti dan dia membaling di atas meja. Saya menanggalkan seluar dalam cikgu. Bulu cikgu amat banyak. Saya bermain pantat cikgu dengan jari saya. Pantat india yang hitam itu sangat sexy nampaknye.(http://ceritalucahku.blogspot.com)</p>
<p>Saya juga meniru cikgu dan meletakkan sekeping daging ayam di depan lubang cikgu.<br />
Saya mula menjilat pantat cikgu, muka cikgu kelihatan comel apabila saya menjilat dia. Dia menekan kepala saya.</p>
<p>Air yang keluar dari lubang cikgu sangat sedap ditelan, manis. Saya berasa sangat letih kerana perlu melutut di atas kerusi untuk menjilat cikgu yang berada di atas meja. Saya pun naik ke meja itu dan kami memulakan 69.</p>
<p>Dengan tidak membazirkan masa saya mula mencucuk batang saya ke dalam lubang pantat cikgu. Tangan saya pun tidak bosan kerana boleh memegang tetek cikgu yang lembut itu sepuas-puas hati.</p>
<p>Lubang pantat cikgu boleh dikatakan sangat ketat. Cikgu menjerit kesakitan kerana saya bergerak dengan sangat cepat. Cikgu minta saya bergerak pehlahan sikit dan saya pun ikut katanya. Selepas itu saya bergerak semakin cepat dan cikgu tidak menjerit kesakitan tetapi kali ini dia menjerit seperti sangat enjoy dengannya.</p>
<p>Sebelum saya nak pancut, saya keluarkan adik saya dari gua cikgu. Cikgu berpusing buntut bermuka dengan saya, dia suruh saya jilat lubang buntut dia. Saya pun menjilat serta menggunakan jari saya untuk memainkan lubang itu.</p>
<p>Selepas lubang belakang cikgu dah cukup basah, saya pun mencucuk batang saya ke dalamnya. Perasaan ini sangat berbeza dengan perasaan bermain lubang depan. Lubang yang ketat itu sangat susah dimasuki dan selepas masuk perasaan itu memang syok sekali.</p>
<p>Saya sudah tidak boleh tahan dan hendak pancut kali ini, saya mengeluarkan &#8216;adik&#8217; saya dan menekan kepala cikgu ke arah senjata ini. Cikgu terpaksa mengulum seluruh batang saya dan saya pun cum di dalam mulut cikgu.</p>
<p>Ok, sampai sini aje kisah benar ini. Saya boleh sumpah kisah ini benar-benar berlaku dan ini adalah kali pertama aku. Ada banyak lagi cerita yang belum tuan-tuan dan puan-puan tau lagi dan cerita ni akan saya beritahu lain kali.</p>
<p>Sekian terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.frankyoung.net/cikgu-pendidikan-moral.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Majlis Selamat Tinggal</title>
		<link>http://www.frankyoung.net/majlis-selamat-tinggal.html</link>
		<comments>http://www.frankyoung.net/majlis-selamat-tinggal.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 10:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Lucah]]></category>
		<category><![CDATA[Auto]]></category>
		<category><![CDATA[cipapnya]]></category>
		<category><![CDATA[dah]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Draft]]></category>
		<category><![CDATA[farewell party]]></category>
		<category><![CDATA[hangat]]></category>
		<category><![CDATA[pintu]]></category>
		<category><![CDATA[sahaja]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>
		<category><![CDATA[selamat tinggal]]></category>
		<category><![CDATA[Seolah]]></category>
		<category><![CDATA[terasa]]></category>
		<category><![CDATA[tersenyum]]></category>
		<category><![CDATA[terus]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh montok]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.frankyoung.net/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Majlis Selamat Tinggal Hai, masih ingat lagi citer pasal waiter tu. Well, itu citer masa aku masih lagi student. Ramai tanya aku tentang Ayu tu, tanya pasal dia janda ker dara, tanya hubungan aku dengan dia. Well, actually macam aku citer dulu, Ayu ni masa aku jumpa tak kahwin lagi, tapi dia memang bukan dara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Majlis Selamat Tinggal</h2>
<div>Hai, masih ingat lagi citer pasal waiter tu. Well, itu citer masa aku masih lagi student. Ramai tanya aku tentang Ayu tu, tanya pasal dia janda ker dara, tanya hubungan aku dengan dia. Well, actually macam aku citer dulu, Ayu ni masa aku jumpa tak kahwin lagi, tapi dia memang bukan dara (u know what i mean&#8230;.!) Well, hubungan kami okay sampailah aku kejer. She&#8217;s a good partner, actually very good in bed. But finally kita terpaksa berpisah jugak.</p>
<p>So, kali ni aku nak citer pengalaman aku yang terakhir dan terbaru dengan Ayu. Bukanlah baru sangat, peristiwa ni terjadi tahun lepas. Kebetulan aku kena out station kat Utara, so aku pergi jumpa Ayu. Setakat ni itulah kali terakhir aku jumpa dia. Kiranya macam farewell party laa.. sebab Ayu kata dia akan kahwin. Dengan somebody juga. Datuk lagiii&#8230;, dah ada dua isteripun, kalau aku mention, orang utara mesti tahu punya.</p>
<p>Peristiwa ni berlaku dalam November tahun lepas. Awal lagi sebelum bertolak aku dah call Ayu cakap aku nak ke sana. Tiga hari meeting aku dah tak sabar-sabar nak jumpa Ayu, teringat ini bakal pertemuan yang terakhir, aku nak bantai sampai lunyai. Terbayang-bayang jer bontot dia yang seksi tu. Aduhaiii&#8230;makk&#8230;!</p>
<p>Sehabis meeting malam ketiga tu aku terus ke apartment Ayu. Lebih kurang pukul 12.30 dah, meeting agak lewat malam tu. Dari dalam kereta lagi batang aku dah mencanak-canak. Dah dua minggu tak layan bang. Sampai di apartment Ayu, aku menekan loceng dengan penuh debaran, dan perlahan pintu dibuka. Malam tu Ayu cukup simple. Dia cuma memakai jeans dengan kemeja dari kain satin putih yang lembut. Terbayang sesuatu yang menonjol didadanya. Aduhhh&#8230;</p>
<p>Sebaik sahaja pintu ditutup, aku terus merangkul tubuh montok itu ke dalam pelukanku. Gelodak yang tidak tertahan-tahan rasanya ingin aku hamburkan di situ jua.</p>
<p>&#8221; Zack &#8230;&#8221;, bisik Ayu perlahan. Wajah cantiknya itu begitu dekat sekali dengan mukaku. Hembusan nafasnya yang hangat begitu terasa menerpa daguku. Wajahnya kelihatan sedikit berkeringat, sorotan kedua matanya begitu sejuk dalam pandanganku, dan bibirnya yang ranum kemerahan terlihat basah setengah terbuka &#8230; aduhaii… cantiknya!!. Tanpa sedar kudekatkan mukaku kepadanya. &#8230; dan dalam sesaat bibirku telah mengucup lembut bibir Ayu yang setengah terbuka. Begitu terasa hangat dan mengasyikan.</p>
<p>&#8220;Oooh &#8230;.&#8221;, bisikku perlahan setelah kucupan itu berakhir. Aku memandang Ayu dengan penuh rasa mesra. Aku lihat betapa wajahnya yang cantik kelihatan semakin cantik. Kedua pipinya yang putih bersih kelihatan memerah, kedua matanya yang jernih memandang redup kepadaku, sementara kedua belah bibirnya masih setengah terbuka dan merekah basah menggoda.</p>
<p>Seolah lemas saja tubuhnya yang seksi montok itu berada dalam dakapanku. Wajahnya yang cantik itu memandangku pasrah dan tetap dengan senyum manis bibirnya yang kian menggoda. Kedua pipinya kelihatan semakin memerah menambah kecantikannya. Aku semakin terpesona &#8230;</p>
<p>&#8221; Apa yang U nak buat ni Zack &#8230;&#8221;, bisiknya perlahan, dalam rona malu wajahnya yang dibuat-buat. Kedua tanganku yang memeluk pinggangnya erat terasa sedikit gementar. Dan tanpa sedar kedua tanganku telah berada di atas bontotnya yang bulat. Mengkal dan padat. Lalu perlahan kuusap mesra sambil kuberbisik &#8230;</p>
<p>&#8221; U tahukan apa yang I nak &#8230;&#8221;, bisikku perlahan. Ooh &#8230; keempukan kedua buah dadanya yang besar menganjal-anjal di dadaku membuat batangku semakin tegang tak terkira &#8230; Tanpa ku sedar, kuramas kedua belah bontotnya yang terasa padat di sebalik seluar jeans ketatnya.</p>
<p>&#8221; Oouuuhhhh &#8230; &#8220;, Ayu mengeluh ghairah Dengan pantas aku kembali mengucup bibirnya. Kusedut dan kukulum bibir hangatnya dengan mesra atas dan bawah. Bunyi kucupan kecil terdengar begitu indah &#8230; Kedua tanganku masih mengusap-usap sambil sesekali meramas kedua belah bontotnya yg bulat padat itu. Bibirnya yang terasa hangat dan lunak berulang kali memagut bibirku sebelah bawah dan aku membalasnya dengan memagut bibirnya yang sebelah atas. Oooh &#8230; terasa begitu nikmatnya. Hembusan lembut nafasnya bersatu dengan hangat nafasku. Kurasakan kedua lengan Ayu telah melingkar di leherku dan tangannya kurasakan mengusap mesra rambut ku.</p>
<p>Batangku terasa semakin besar dan keras didalam seluar. Tubuh kami yang saling berpelukan erat membuat batangku yang menonjol di seluarku itu tersepit dan menempel keras di perut Ayu yang empuk.Kulepaskan hangat bibirku di bibir Ayu. Aaaah &#8230;wajah cantiknya itu kelihatan semakin berkeringat, dan bibirnya yang basah oleh liurku merekah indah. Kedua matanya sedikit redup dan memandangku pasrah. Aku melihat ada sejuta keinginan terpendam dalam matanya itu.</p>
<p>Aku membongkok dan mengangkat tubuh montok Ayu dalam dukunganku. Ayu tertawa manja ketika aku mula mendukung tubuh seksinya itu masuk ke dalam bilik. Lengan kanannya merangkul leherku sementara tangan kirinya mengusap mesra kedua pipi dan wajahku.</p>
<p>Didalam biliknya, kuturunkan tubuh seksi Ayu di atas katilnya.</p>
<p>Wajahnya yang cantik tersenyum manis, kedua tangannya kini berada di atas kedua belah buah dadanya. Ayu mula mengusap perlahan kedua bulatan bukitnya yang besar dari balik baju kemejanya. Seolah merangsang dan menggodaku.</p>
<p>Aku tak tahan melihat tingkahnya mula membuka kancing kemejaku satu persatu dengan cepat &#8230;.kulemparkan bajuku ke tepi, kedua mataku tak lepas dari tubuh Ayu yang semakin menggoda, dengan jemari gementar menahan nafsu aku mula membuka seluarku. Melihat tubuhku yang hampir telanjang, Ayu mendesah halus. Kulihat kedua tangannya meramas semakin kuat buah dadanya yang besar.</p>
<p>Perlahan Ayu kembali bangun dan membuka kemeja dan jeansnya satu persatu. Aku semakin terkejut apabila ternyata Ayu tidak memakai sebarang pakaian dalam pun. Ayu yang mengghairahkan itu kembali ke katil seolah semakin menggodaku untuk turut serta.</p>
<p>Aku semakin tak tertahan melihat tubuh Ayu yg kini berada diatas katil tanpa tertutup sehelai benang pun. Betapa putih tubuh indahnya yang telanjang bulat, mempamerkan semua keindahan dan kemontokan tubuhnya. Ayu tersenyum manis kearahku sambil terlentang. Kedua buah dadanya yang sangat besar terlihat masih begitu mengghairahkan. Kedua puting susunya yang kecil berwarna coklat kemerahan seolah menggodaku untuk segera kujamah. Perutnya masih terlihat ramping dan seksi tanpa lipatan lemak. Aku menelan ludah melihat bagian bawah tubuhnya yang kini ternyata tak memiliki sehelai rambutpun. Rupanya Ayu telah mencukur habis bulu cipapnya.</p>
<p>Dengan pantas kutarik seluar dalamku. Aku sudah tak peduli lagi. Dengan lutut setengah gemetar, perlahan-lahan aku mulai naik ke atas katil Ayu yang sudah menungguku sejak tadi. Dengan rambut setengah terurai di pipi Ayu tersenyum manis memperlihatkan keindahan bibirnya. Matanya seolah meredup dan pasrah. Namun nafasnya terdengar sedikit kurang teratur.</p>
<p>&#8221; Ayuuu &#8230;&#8221;, bisikku penuh nafsu. Kubaringkan tubuhku di sebelah kanan tubuhnya. Kupandang wajahnya yang cantik mempesona, lalu dengan jemari gementar kuelus mesra kedua belah pipinya yang halus. Ayu tersenyum manja padaku.</p>
<p>&#8221; Zack &#8230; beri I kenikmatan &#8230;&#8221;, bisiknya tanpa malu-malu. Sorot matanya terlihat lemah seolah memohon. Aku tersenyum penuh ghairah.</p>
<p>&#8221; Aahhhh Ayu &#8230; aku akan memuaskanmu &#8230;&#8221;, bisikku nakal. Kuperhatikan jemari tangan kirinya kini telah berada diatas kangkangnya mengusap-usap cipapnya yang montok merangsang. Aku tersenyum penuh ghairah, Dan seolah bagai mimpi saja ketika akhirnya dengan gagah aku telah berada di atas Ayu yang telanjang itu dan menindihnya kemas.</p>
<p>&#8220;Aaaaahhh &#8230;. Oooouuuhh &#8230;.&#8221; Kami berdua mengeluh nikmat bila kulit tubuh kami saling bersentuhan dalam kemesraan. Batangku yang tegang seakan terkena letrik bila menyentuh bukit cipapnya sangat empuk. Dengan nakal kepala batangku menyelip di antara bibir cipapnya yang rapat. Mmmm &#8230; terasa begitu nikmat saat kulit kepala batangku menggesel daging celah cipapnya ke dalam. Aku rasakan Ayu membuka kedua pahanya luas-luas.(http://ceritalucahku.blogspot.com)</p>
<p>Aku merasakan begitu halus kulit kedua belah pahanya yang langsung mengapit pinggangku lembut.</p>
<p>Sambil mengusap mesra rambut Ayu yang panjang, mulutku dengan kemas kembali mengucup dan mengulum bibir Ayu yang basah dan hangat. Ayu membalas ciumanku di bibirnya. Sesekali lidahnya dijulurkan keluar untuk dengan segera kuhisap dan kukulum mesra. Terasa begitu manis lidah dan bibirnya. Sementara itu kurasakan kedua buah dadanya begitu kenyal dan padat menekan nikmat dadaku, kedua putingnya yang tajam itu mencakar dadaku. Kedua tangan Ayu yang halus mengusap-usap kemas daging punggungku.</p>
<p>Sesekali Ayu meramas batangku dan mengarahkan kepala batangku kemulut liang cipapnya yang terasa licin dan basah. Aku segera menarik punggungku ke atas karana terasa geli nikmat pada batangku yang diramasnya. Aku melepaskan ciumanku pada bibir Ayu.</p>
<p>&#8221; Aaaoooohhh &#8230; Ayu&#8230; geliii ahhh &#8230;&#8221;, erangku kenikmatan.</p>
<p>&#8221; Uuhh &#8230; U jahat ler Zack &#8230;&#8221;, bisik Ayu perlahan. Bibirnya yang ranum kemerahan sangat basah dengan air liurku. Kulihat wajah cantiknya basah berpeluh kecil. Lalu dengan cepat, mulutku kembali melumat bibir ranumnya yang basah, &#8230; dan ouuuuuhhhh &#8230; Ayu merintih manja bila bibir dan lidahku mula bermain di telinga kirinya. Sesekali gigiku setengah menggigit membuatkan Ayu menggeliat keenakan.</p>
<p>&#8221; Arrrghhhhhhhhhh…..Uuuhhhhgggrrr Zackkk &#8230;&#8221;, pekiknya halus. Ayu sangat terangsang sekali. Kemudian dengan cepat aku menggeser turun ke bawah. Kurapatkan perutku ke tubuh Ayu, dan mmmm &#8230; terasa perutku menekan bukit cipapnya yang empuk &#8230;</p>
<p>Dari dekat aku dapat betapa indahnya buah dada Ayu, warnanya begitu putih dan bersih. Kedua putingnya yang kecil berwarna coklat kemerahan. Dengan lembut kedua tanganku yang sudah menggenggam kedua buah dadanya bergerak meramas-ramas perlahan&#8230;</p>
<p>&#8221; &#8230;.oouuuhhh………Aaaaaahhhhhhhgggrrrrghhh&#8221;, Ayu memejamkan kedua matanya dan mulutnya yang basah mengerang keenakan. Aku menunduk dan mulutku mula menghisap dan mengulum buah dadanya yg sebelah kiri perlahan-lahan. Lidahku dengan lembut menjentik putingnya dan sesekali menggigit halus.</p>
<p>&#8221; Aawwww &#8230;nngggghhhh &#8230;&#8221;, Ayu merintih semakin keras. Mulutku mula menghisap putingnya lebih kuat dan &#8230; semakin keras. Lidahku dengan ganas memintal-mintal putingnya dengan ghairah Mmmm ..nikmatnya &#8230;. .. berulang kali aku menghisap dan melepaskan hisapanku dengan kuat sampai berbunyi nyaring. Puas dengan hisapan, lidahku yang basah kujalarkan menjilati seluruh permukaan buah dadanya sampai penuh basah oleh air liur. Ayu bergerak semakin liar. Mulutnya berulang kali memekik dan mengerang keenakan menikmati mainan idahku di buah dadanya.</p>
<p>&#8221; Aawwww ..nggghhhh &#8230;..awwww &#8230;.&#8221; Tangannya tak tahan menarik-narik rambutku. Mulutku kini berpindah untuk menghisap, mengulum dan menjilat buah dadanya yang sebelah kanan, sementara yang kiri kuramas-ramas dengan lembut. Seperti tadi juga, aku menghisap-hisap buah dada kanannya membuatkan Ayu semakin menggeliat hebat kesedapan.</p>
<p>&#8221; Aaawww ..Zackk&#8230;hu ..hu&#8230;. sudah Zack&#8230;nggghhhh &#8230;sudah sayang &#8230;&#8221;, Aku semakin bergelora.. cukup lama sekali aku mengerjakan dan menyonyot kedua belah buah dadanya yang besar itu. Setelah puas barulah aku dapat melihat kedua buah dadanya yang tadinya begitu putih bersih itu kini sampai basah penuh liur, dan disana sini nampak kemerahan bekas mulutku. Terutama disekitar kedua putingnya yang kini nampak semakin merah saja, kulihat ada sedikit calar merah disitu &#8230; mungkin bekas gigitanku tadi &#8230;</p>
<p>Ayu memandangku sayu, kedua matanya sedikit berair dan merah, bibirnya bergetaran. Wajah cantiknya itu kelihatan sedikit kemerahan.</p>
<p>Aku tersenyum padanya, tiba-tiba kedua tangannya menekan kepalaku ke bawah. Mmmmm &#8230; rupanya Ayu ingin aku menjilat cipapnya. Dengan keras aku menggeser ke bawah &#8230; mmm terasa nikmatnya bila perutku menggeser bukit cipapnya. Lidahku kuhulurkan menjilat permukaan perutnya yang halus dan sejenak sempat kugeletek lubang pusatnya dengan lidah dan bibirku. Dan ketika mukaku sampai diatas kangkangnya &#8230;..</p>
<p>Begitu putih dan halus cipapnya sesuai dengan warna kulit tubuhnya. Bau khas cipapnya benar-benar mengkhayalkanku. Aku menarik nafas panjang menghirup nikmat bau cipapnya.</p>
<p>Tiba-tiba tanpa kuduga tangan Ayu menekan kepalaku kebawah, sehingga mukaku terbenam di celah kelangkangannya yang merangsang. Aku julurkan lidah ke bawah sepanjang mungkin menyelip dan menembus bibir cipapnya dan secara perlahan memasuki liang cipapnya yang terasa sempit dan licin. Ayu menggeliat hebat dan mulutnya mengerang panjang kesedapan&#8230;punggungnya sesekali digoyangkan lembut ke kiri-kanan dan juga keatas menikmati mainan lidahku.</p>
<p>&#8221; Aaaaaagghghhhhh &#8230;.uuhhhhhhhhhhhfff &#8230;&#8230; ssshhhhhhh &#8230;.Aaaarrr &#8230;&#8221;, pekiknya nikmat. Tangannya semakin menekan kepalaku kebawah, membenamkan mukaku seluruhnya ke bukit cipapnya Kuselitkan kedua tanganku ke bawah bulatan bontotnya yang kenyal dan padat, tanganku mula meramas kemas lalu dengan buas kugoyang-goyangkan mukaku mengusap keseluruh permukaan cipap Ayu yang hangat dan empuk. Lidahku kutelusupkan memasuki liang sempitnya, menggeletek lembut mulut liang merahnya sambil terus menyedut cairan cipapnya.</p>
<p>Ayu menjerit dan mengerang-erang dengan keras, punggungnya menggeliat semakin hebat menahan nikmat. Kuramas dan kucengkam kuat bontotnya yang kenyal agar tidak bergerak terlalu liar.</p>
<p>&#8221; Ooouuuuhh &#8230; nnggggnhhhhnnnnggggg ggghhh &#8230;..nggghhhh &#8230;..&#8221;, mulut Ayu merintih2 dan mengerang2 menahan geli dan nikmat. Punggungnya digoyang-goyang kiri kanan, sesekali kurasakan kedua pahanya yang kini menyepit kepalaku sambil menekan kuat ke bawah seolah ingin memuntahkan cairan kenikmatan tubuhnya.Lidahku sesekali menelusup masuk ke dalam liang cipapnya sambil mengulum kemas bijinya.</p>
<p>&#8221; A..aarrr &#8230;. Lagi sayangggghh &#8230;&#8221;, Ayu berbisik sedikit serak.</p>
<p>Kudongakkan kepala keatas sambil kupandang wajah Ayu yang berkeringat, sekilas, lalu kutundukkan muka &#8230; lidahku dengan liar kembali menjilat biji kenikmatannya, berulang-ulang.</p>
<p>Ayu sampai berulang kali mengeliat ke bawah menghentakkan kedua belah pahanya yg putih seksi, sambil mulutnya memekik kecil dan merintih panjang menahan geli bercampur sejuta kenikmatan.</p>
<p>&#8221; Aaahhhh &#8230; nnggnggghhgnggghghhhh &#8230;.. ggghghnhghgghhhh &#8230;.&#8221;, rintih Ayu berulang kali.</p>
<p>Ayu mengoyangkan punggungnya menahan rasa nikmat. Saat bibir dan lidahku secara serentak menghisap dan memintal bijinya, tiba-tiba Ayu memekik keras dan akhirnya mendesah panjang &#8230; punggungnya tersentak terangkat ke atas seolah tak kuat menahan rasa nikmat. Kedua pahanya menyepit ketat kepalaku.Tanganku mengusap mesra kedua daging bontot Ayu dan meramas-ramas lembut.</p>
<p>&#8221; Aaaagggggghhhhh &#8230;..aoooohhhhhhhhhh &#8230;&#8230; uuuuuhhhhhhhhhhhghffhhghh&#8230;.&#8221;</p>
<p>Keluh Ayu panjang. Aku tahu dia pasti sedang menuju puncak kenikmatan, aku merasakan kedua belah pahanya yang begitu halus dan padat menekan kepalaku mula bergetar lembut dan meneran semakin kuat &#8230; dan</p>
<p>&#8221; Aaaagggggghhhhhhhhhhhhhhhhghh&#8230;.&#8221; cairan kenikmatannya segera tumpah keluar ..aku terus menghisap dan menyedut bijinya semakin kuat, dan sesekali kumainkan dengan hujung lidah. Aku terasa paha Ayu kejang mengepit kepalaku di kelangkangnya hampir beberapa saat.</p>
<p>Dan apabila kekejangan itu kembali reda, Ayu mula mengendurkan pahanya. Aku terus merangkak ke atas dan rebah disamping tubuh bogel Ayu. Kulihat Ayu masih memejamkan kedua matanya seolah sedang menikmati sesuatu…. Perlahan &#8230;kedua matanya terbuka. Wajah cantiknya yang berkeringat kelihatan merah seolah menahan sesuatu.</p>
<p>Aku tersenyum lebar, sambil perlahan mengucup lembut keningnya. Dan dengan perlahan juga Ayu menggulingkan tubuh montok seksinya yang putih mulus ke atas menaiki tubuhku, Kedua pahanya dibuka lebar sementara bukit cipapnya yang empuk terasa empuk menekan batangku yang sudah sangat keras&#8230;.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.frankyoung.net/majlis-selamat-tinggal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>anak_SD_bercinta_dgn_mbak-mbak</title>
		<link>http://www.frankyoung.net/anak_sd_bercinta_dgn_mbak-mbak.html</link>
		<comments>http://www.frankyoung.net/anak_sd_bercinta_dgn_mbak-mbak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 22:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video bokep]]></category>
		<category><![CDATA[alt]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Auto]]></category>
		<category><![CDATA[Draft]]></category>
		<category><![CDATA[img]]></category>
		<category><![CDATA[sama]]></category>
		<category><![CDATA[Tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.frankyoung.net/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[anak_SD_bercinta_dgn_mbak-mbak.. &#60;img src=&#8221;http://thumbnails29.imagebam.com/18084/c6b417180832146.jpg&#8221; alt=&#8221;anak sd sama tante&#8221; /&#62; free download gan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>anak_SD_bercinta_dgn_mbak-mbak..<br />
&lt;img src=&#8221;http://thumbnails29.imagebam.com/18084/c6b417180832146.jpg&#8221; alt=&#8221;anak sd sama tante&#8221; /&gt;<br />
free download gan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.frankyoung.net/anak_sd_bercinta_dgn_mbak-mbak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>VIDEO bokep Dientot sama pacar kakak sendiri</title>
		<link>http://www.frankyoung.net/video-bokep-dientot-sama-pacar-kakak-sendiri.html</link>
		<comments>http://www.frankyoung.net/video-bokep-dientot-sama-pacar-kakak-sendiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 10:01:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video bokep]]></category>
		<category><![CDATA[Auto]]></category>
		<category><![CDATA[bokep]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Draft]]></category>
		<category><![CDATA[img]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>
		<category><![CDATA[sama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.frankyoung.net/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[VIDEO bokep Dientot sama pacar kakak sendiri.. &#60;img src=&#8221;http://t1.pixhost.org/thumbs/2882/9924106_dikentot_sama_pacar_kakak.jpg&#8221; alt=&#8221;ngentot dengan pacar kakak&#8221; /&#62; monggo di download gan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>VIDEO bokep Dientot sama pacar kakak sendiri..<br />
&lt;img src=&#8221;http://t1.pixhost.org/thumbs/2882/9924106_dikentot_sama_pacar_kakak.jpg&#8221; alt=&#8221;ngentot dengan pacar kakak&#8221; /&gt;<br />
monggo di download gan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.frankyoung.net/video-bokep-dientot-sama-pacar-kakak-sendiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ema Gatal</title>
		<link>http://www.frankyoung.net/ema-gatal.html</link>
		<comments>http://www.frankyoung.net/ema-gatal.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 22:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Lucah]]></category>
		<category><![CDATA[Auto]]></category>
		<category><![CDATA[Draft]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.frankyoung.net/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Hi&#8230; bertemu kita di MelayuBoleh.. Aku nak ceritakan kisah benar yang baru saja aku lalui tempoh hari.. kira-kira minggu lepas, 19 Mac 2001. Waktu tu aku kat Taman Melati, main bola friendly match. Masa tu agak hujan sikit.. dan padang becak dan kotor. Dan kebetulan masa kat situ.. ada laaa dua tiga orang awek lepak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Hi&#8230; bertemu kita di MelayuBoleh.. Aku nak ceritakan kisah benar yang baru saja aku lalui tempoh hari.. kira-kira minggu lepas, 19 Mac 2001.</p>
<p>Waktu tu aku kat Taman Melati, main bola friendly match. Masa tu agak hujan sikit.. dan padang becak dan kotor. Dan kebetulan masa kat situ.. ada laaa dua tiga orang awek lepak kat bangku bawah seating berbumbung&#8230; aku tengah pakai kasut masa tu&#8230; Aku pun saja la ayat&#8230; (pada mulanya takde niat nak pasang perangkap&#8230; )</p>
<p>&#8220;Nak tengok abang main bola ker?&#8221;</p>
<p>Awek tu menjawab&#8230;</p>
<p>&#8220;Takdelaa saja turuun boring duduk kat rumah!&#8221;</p>
<p>Hmm tak kisahlaaa.. aawek tu tak la cun sangat.. ok biasa jer.. tapi seksi la jugak.. tu yang meruntun jiwa tuh&#8230; So macam biasa aku pun main la bola.. sesekali tu tayang gak skill kat depan awek tuh.. ceh wah&#8230; nak berlagak la pulak&#8230; Pedulik ahapa aku kaann&#8230;</p>
<p>Nak dipendekkan cerita.. habislah pulak game tu&#8230; Geng aku menang besar&#8230; aku la heronya.. striker beeebbbb&#8230; 4 gol berbalas 0 aku score 3 bangga giler aku, depan awek pulak tu. Aku pun dengan kotoor-kotor di baju dan badan pun pergi la kat wek tu&#8230; dengan sengih yang menyeringai aku pun menyapa kat awek tu&#8230;</p>
<p>&#8220;Tinggal kat mana?&#8221; Di pun menjawab&#8230;</p>
<p>&#8220;Kat belakang ni haa&#8230; rumah bujang jer..&#8221;</p>
<p>Dalam hati aku.. hmm rumah bujang&#8230; anak dara ler ni&#8230; baiikkk punyer&#8230; bagus gak buat sup&#8230;. sedap menjilat hehehe.. kegatalan aku mula naik&#8230; stim pulak tengok dia dalam keadaan seksi meksi&#8230; Dia tanya aku..</p>
<p>&#8220;Basah kotor ni.. tak nak cuci ker?&#8221;</p>
<p>&#8221; Nak cuci kat mana? Ada tempat cuci ke?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sini takde.. tapi kalau nak cuci kat rumah saya pun boleh&#8230;&#8221;(http://ceritalucahku.blogspot.com)</p>
<p>Terkedu aku dengar&#8230; terdiam kejap.. fikir kejap.. tapi takpe laa.. nak cuci jer bukannya buat apa2 pun&#8230; hehehe.. niat nak pasang perangkap tu takde lagi&#8230; tapi kalau dah rezeki takkan nak tolak&#8230; rugi laaaa&#8230;. Aku pun ikutlah dia balik rumah&#8230;. Masuk je dalam rumah.. fulamak.. rumah dia bersih.. cantik.. segan aku nak masuk dengan kotor2 begini. Rumah dia rumah apartment&#8230; 3 bilik 2 bilik air&#8230;</p>
<p>&#8220;Masuk je la bang&#8230; takpe&#8230; bukannya ada orang&#8230;&#8221;</p>
<p>Waktu tu dah senja dah.. gelap.. segan gak aku takde orang tapi takpe laa takkan nak balik kotor camni kan? Dia pun suakan tuala kat aku&#8230; ceh.. tuala dia tak la besar sangat.. muat-muat jer.. nak kasi aku nampak seksi jugak ker&#8230; tak kisah.. aku belasah jer&#8230; masuk bilik&#8230; terlupa nak tutup pintu&#8230;</p>
<p>Aku pun tanggal semua pakaian&#8230; bogel kejap sebelum capai tuala nak tutup bahagian yang perlu&#8230; Aku terperasan bayangan orang tengah perhatikan aku&#8230; aku nampak gak kat cermin&#8230; aku rasa si Ema ni intai aku&#8230; tapi aku rasa perasaan aku jer masa tu&#8230; Keluar saja dari bilik aku tengok dia sengih menyeringai macam clown&#8230; apehal lak? takpe laa.. aku terus masuk bilik air mandi lama-lama adalaaaa agak-agak setengah jam&#8230;</p>
<p>Keluar dari bilik air.. aku terus menghala ke bilik tadi&#8230; Sebelum masuk tengok dia kat depan ruang tamu&#8230; pakai tuala.. berkemban&#8230; Mak oi.. seksi habis.. lagi seksi.. siot betul&#8230; Tergoda aku dibuatnya&#8230; Aku rasa memang macam nak serbu dia.. nak romen dia.. tapi hati aku kata sabar&#8230; dahlaa orang bagi tunmpang bersihkan diri, pastu nak buat hal pulak&#8230;</p>
<p>&#8220;Aik.. seksinya&#8230; baru nak mandi ker.. &#8221;</p>
<p>&#8220;Taak.. baru je sudah&#8230;&#8221;</p>
<p>Aku mula naik gatal..</p>
<p>&#8220;Kenapa tak salin baju.. kang abang londehkan tuala Ema kang&#8221;</p>
<p>&#8220;Elee.. kalau abang londeh towel Ema, towel abang tu tak londehkan ker?&#8221;</p>
<p>Aku dah mula stim dengar dia respon baik&#8230;</p>
<p>&#8220;Meh sini abang nak londehkan..&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau nak.. marila sini cuba&#8221;<br />
Aku pun terus pergi kat dia.. tarik towel dia&#8230; Dia pulak tarik towel aku&#8230;</p>
<p>&#8220;Kenapa abang lambat sangat respon?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ema tak tahan sangat ker?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmmm&#8230;&#8221;</p>
<p>Aku pun terus kucup bibir dia, dan dia terus balas&#8230; Kami sama-sama hanyut. Body dia fulamak toksah cakap&#8230; potongan model beb&#8230; Terliur tengok&#8230; Aku teruskan ciuman mesra dan romantik aku tu. Dia peluk aku&#8230; kami geselkan kemaluan kami&#8230; dia dah stim..</p>
<p>&#8220;Ahh.. bang&#8230; &#8221;</p>
<p>Aku teruskan ciuman aku ke seluruh badan dia. Sampai ke puki dia aku jilat sikit-sikit.. bulu dia sikti jer.. tu yang sedap menjilat tu.</p>
<p>&#8220;Abaaaanngg&#8230; aaahhh&#8221; Dia dah mula mengerang&#8230;</p>
<p>Agak lama jugak aku menjilat.. sampaikan dia dah tak tahan dan terus nak kulum batang aku. Kami pun buat la posisi 69. Sedap jugak dia kulum batang aku.</p>
<p>&#8220;Aaahh&#8230; isap kuat sikit&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Baanngg.. mainkan lidah tu kuat sikti bang.. Ema tak tahan ni&#8221;</p>
<p>&#8220;Ema nak fuck tak&#8221;</p>
<p>&#8220;Lagi cepat lagi bagus bang&#8221;</p>
<p>Aku pun tukar posisi&#8230; kangkangkan kaki dia.. suakan batang aku&#8230; tak kecik tak besar.. normal asian size.. 6&#8243; kekadang 6-1/2 &#8220;.</p>
<p>&#8220;Baannggg&#8221; TUP&#8230; aku jolok masuk&#8230; senangnyaa&#8230;.</p>
<p>&#8220;Aik biasa buat ker?&#8221;</p>
<p>Dia senyum simpul..</p>
<p>&#8220;Saya ni janda bang..&#8221;</p>
<p>Aku senyum&#8230; Peduli apa aku.. barang pun masik okay&#8230; senang masuk memang la.. ketat tu ada la sikit.. sedap tu tak terkira laa&#8230;</p>
<p>&#8220;Abang&#8230; jangan pancut dalam yee..&#8221;</p>
<p>&#8220;Takpe.. jangan risau ..dengan syarat..&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa dia?&#8221;</p>
<p>&#8220;Abang nak pancutkan dalam mulut Ema.. Ema kena telan semua&#8221;</p>
<p>&#8220;Orait. takde haall&#8221;</p>
<p>Akupun apalagi.. terus la mendayuung&#8230;.</p>
<p>&#8220;Aaahhh&#8230;!&#8221; Ema mengerang tak tentu hala&#8230; menjerit kuat&#8230; sampai aku pun risau dia sakit.. tapi dia ni cekap. Pegang peluk pinggang aku kuat-kuat! Tak boleh la nak lari&#8230; terpaksa la aku terus menjolok dalam-dalam. Dan aku bagaikan terasa sehingga terkena dinding faraj dia.. Sedap tak teer kira la masa tu&#8230;</p>
<p>Lama jugak kitorang main.. tukar posisi&#8230; main agak dalam masa 20 minit.. Masa tu masing2 dah nak kejang.. dah rasa nak klimaks.. Ema dah sound aku..</p>
<p>&#8220;Baanngg.. aahh&#8230; tak tahan.. laju lagi bang..&#8221;</p>
<p>Aku pun standby nak pancut..</p>
<p>&#8220;Abang nak keluar ni.. Ema standby ye&#8221; terketar-ketar suara aku cakap kat dia Ema terus nganga mulut dia luas-luas&#8230; Aku pulak dah nak terpancut sangat-sangat.</p>
<p>Aku terus tarik batang aku&#8230; masuk kat mulut dia.. goncang dengan tangan&#8230; Ema pegang pulak dengan tangan dia.. aku dan tak tahan sangat&#8230; cuuutt.. crruuttt&#8230; cruuttt&#8230;</p>
<p>&#8220;Aaahhhhhhh.. Aaarrgghhh!!!&#8221; Dengan segera dan sepenuh kederat aku memancutkan semua air mani aku ke dalam mulut dia&#8230; Bagaikan gunung berapi..</p>
<p>Aku pun terkulai layu&#8230; mulut dia masih lagi mengulum batang aku&#8230; menghisap dan menjilat.. aku kira dia ni tak puas lagi&#8230;</p>
<p>&#8220;Tak puas lagi ke Ema&#8230;?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ema puas main.. tapi tak puas minum air mani abang&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Hm&#8230; sikit sangat ker..&#8221;</p>
<p>&#8220;Tak laaa banyak.. tapi sedap pulak rasa.. &#8221;</p>
<p>&#8220;Kita rileks kejap&#8230; nanti kita main lagi nak tak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Eeee Mestilaaaa naakk.. bestnyaa abang ni.. Aabng tidur sini malam ni okay&#8221;</p>
<p>&#8220;Orait jer.. takde hal&#8230; tapi apa kata kengkawan Ema nanti&#8221;</p>
<p>&#8220;Alaa diorang tu takde hal laa.. kekadang diorang tu bawak jantan balik gak.. kejap orang tu kejap orang ni&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm&#8230; Ema?&#8221;</p>
<p>&#8220;Alaa abang ni&#8230;&#8221;</p>
<p>Aku tak kisah la dia bawak jantan lain.. peduli apa.. dia pun dah syok kat aku.. janda pun janda laaa. dapat gak aku main free.. Kebetulan pulak janda kaya&#8230; hmm sedap aku dapat makan&#8230;</p>
<p>Dia ni kuat gak sponsor aku&#8230; Kaya katakaaaan&#8230; Dia yang nak sponsor.. aku tak mintak pun&#8230; bagus gak.. kirra sugar mummy ler ni.. heheh</p>
<p>&#8220;Kalau macam tu.. malam ni sampai ke esok pagi&#8230; Abang nak main ngan Ema.. non-stop&#8230; okay tak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm.. takan nak tolak pulak&#8230; sorry la nak cakap taknak.. hehehe&#8221; Kitorang gelak jer lepas tu.. Ema ni kuat sex rupanya..</p>
<p>&#8220;Ema&#8230; kalau setipa malam buaat nak tak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Lagi Ema suka.. kalau boleh sepanjang masa atas katil dengan abang&#8230;&#8221;</p>
<p>Aku pun dengna bangganya mencium dia.. dan teruskan game round yang kedua&#8230; Dalam amsa yang sama&#8230; aku beranikan diri tanya dia&#8230;</p>
<p>&#8220;Ema&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm&#8230; takpela..&#8221;</p>
<p>&#8220;Alaaa bang ni cakap laa..&#8221;</p>
<p>&#8220;Nanti Ema tak suka&#8230; Ema marah..&#8221;</p>
<p>&#8220;Alaa.. janji Ema tak marah&#8230; bang cakap laaa&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau kawan Ema balik nanti&#8230; ajak diorang main sekali boleh tak?&#8221;</p>
<p>Ema senyap kejap.. tunduk&#8230;</p>
<p>&#8220;Sorry la Ema.. okay tak payah la ajak diorang kita main dua saja okay..&#8221;</p>
<p>&#8220;Ema tak marah laa abang&#8230; terpikir jer.. larat ker abang nak layan 3 orang sekali..&#8221;</p>
<p>Aku senyum..</p>
<p>&#8221; Alaa cuba la dulu.. kalau tak larat&#8230; kita dua dah laa..&#8221;</p>
<p>Dia senyum dan membalas&#8230;</p>
<p>&#8220;Kalau diorang tak bawak jantan lain boleh la kut.. tak tau la diorang camna..&#8221;</p>
<p>&#8220;Ajak la jantan2 tu main sekali&#8230; kita party sex..&#8221;</p>
<p>Ema terus dakap aku.. dan cium aku dan terus kulum batang aku&#8230;</p>
<p>&#8220;Abaanngg&#8230; pancut dalam mulut ye bang&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Arrgghh&#8230; dah tentu&#8230;&#8221;</p>
<p>Kitorang teruskan permainan yang amat dahsyat&#8230; sampai yang paling dahsyat.. aku main bontot dia.. ketat beb&#8230; Dan paling best.. main dengan 3 orang sekaligus&#8230; dengan dua rang kawan dia lagi.. Cun tu cun la sikit.. dan seksi tu memang laa&#8230; Aku cukup bertuah kenal dengan janda sorang ni&#8230;</p>
<p>Hujung minggu ni aku akan ke rumah dia lagi.. dia ajak aku stay ngan dia&#8230; untuk dua malam sebab dia tak ke mana. Dan aku pun tak kemana&#8230; jadinya.. Kitorang akan buat seks selam dua hari tanpa henti lagi ler&#8230; Penat jugak melayan janda sorang ni.. kuat seks sangat. Lain kali kalau ada masa mengizinkan, aku akan cerita aku main ngan dia&#8230; dengan dua orang kawan dia&#8230;</p>
<p>Dan aku dalam proses mencari mana2 awek cun/ janda pun takpe yang dahagakan seks&#8230; boleh contact aku di sparoth@mymaxis.com.my</p>
<p>Tinggalkan no telefon dan aku akan telefon dengan kadar segera! Lepas ni aku nak ke The Mall cari bohsiaaaa&#8230;. Ada gak kenal sorang aawek tu.. cun&#8230; tapi susah nak dapat seks dari dia ni.. kena melobi sikit&#8230; tu yang malas tu. Tapi takpe.. barang dia mesti sedap.</p>
<p>Dan kalau ada masa, aku akan cerita ketika aku main dengan seorang pelacur dari China kat Hotel kat Jalan Pudu. Yang ini lagi best.. Minah ni graduate Universiti di China. Disebabkan susah cari kerja, datang sini nak cari kerja.. dan disebabkan susah jugak, terpaksa la melacurkan dii.. kesian dengar dia cerita.. tapi main dengan dia best gilaaaaa&#8230;. Eiva namanya.. aku rasa nama samaran dia kut.. tapi pedulik hapa aku.. RM360++ untuk semalaman.. best main ngan dia.. communication susah sikit.. dia pun reti org putih sikit2 jer.. tapi seronok tak terkata&#8230;</p>
<p>Dan dengan dia ni aku pancut kat dalam mulut dan puki dia&#8230; dah la pulak tu tak pakai kondom sebab aku taknak.. dan dia tak kisah&#8230; Isshh tak tahan pulak aku ni.. aku rasa nak cari Eiva lagi laa.. okay bye.. gambar kitorang tengah main pun ada&#8230;. hehehe nanti kalau ada masa.. lepas aku edit bahagian gambar aku tu.. boleh la aku tayangkan kat interent okay?</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.frankyoung.net/ema-gatal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

